PT Best Profit Futures Cabang Pontianak

Valas Jadi Pilihan Investasi 2014

forex

Bestprofit Futures – Valas Jadi Pilihan Investasi 2014

Pasar valuta asing (forex, FX, atau pasar mata uang) adalah bentuk pertukaran untuk perdagangan desentralisasi global mata uang internasional. Pasar valuta asing membantu perdagangan internasional dan investasi dengan memungkinkan konversi mata uang. Misalnya, orang Indonesia akan beli mobil dari Inggris dan orang Inggris ingin beli kelapa sawit dari Indonesia maka karena perdagangan inilah forex timbul.

Pentingnya  forex (foreign exchange) timbul sehubungan dengan berkembangnya perdagangan internasional serta semakin meningkatnya  perputaran peredaran mata uang asing. Dari sini bisa dilihat bahwa foreign exchange bukan sebatas pertukaran mata uang semata seperti money changer tetapi lebih luas lagi pengertiannya dan kita dapat menghasilkan keuntungan dari sebuah bisnis forex ini. Oleh karena itu, pasar  valuta asing juga memperdagangkan surat-surat berharga jangka pendek. Dalam perkembangannya, pasar valuta asing sendiri mengalami pertumbuhan yang pesat pada awal 70’an. Adapun yang menyebabkan nya karena:

  1. Pergerakan nilai valuta asing mengalami pergerakan cukup signifikan sekali sehingga menarik minat bagi investor untuk menanamkan modal disini dan berinteraksi dengan perdagangan pasar valuta asing.
  2. Bisnis nya mengglobal. Dengan semakin sengitnya persaingan bisnis membuat perusahaan-perusahaan yang berinteraksi dengan pasar valuta asing harus mencari sumber daya baru yang lebih murah, dan tersebar di seluruh dunia sehingga menimbulkan permintaan dan penawaran yang ditentukan lewat mekanisme pasar.
  3. Perkembangan telekomunikasi yang begitu cepat dengan adanya sarana telepon, telex, faximile, internet memudahkan para pelaku pasar untuk berkomunikasi sehingga dapat ber transaksi dengan mudah.
  4. Potensi keuntungan di pasar valuta asing yang cenderung besar sehingga menggairahkan pasar dan meningkatakan keinginan berbagai pihak ingin memperoleh keuntungan dalam transaksi ini.

Kuncoro (1996:107) Seandainya ada mata uang tunggal internasional, barangkali pasar valas tidak diperlukan. Kenyataan menunjukkan, dalam setiap transaksi internasional selalu digunakan valas. Dengan kata lain ada kebutuhan untuk mengkonversi mata uang yang satu menjadi mata uang lain. Inilah yang menimbulkan adanya permintaan akan transaksi valas. Pasar valas dunia menawarkan mekanisme yang dapat menyelesaikan transaksi kompleks dan beragam secara efisien.

Perantara utama dalam pasar valas adalah bank-bank utama yang beroperasi diseluruh dunia terutama yang berdagang valas. Bank-bank ini dihubungkan dengan jaringan telekomunikasi yang sangat maju dan canggih, dimana dapat menghubungkan bank-bank tersebut dengan klien utamanya dan bank-bank lain diseluruh dunia.

Investasi di sektor keuangan termasuk valuta asing (valas) pada 2014 tampaknya akan kembali bergairah seiring dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia selama tahun politik yang diproyeksikan pada kisaran 5,8 hingga 6,2 persen.Proyeksi pertumbuhan ekonomi Bank Indonesia (BI) itu sedikit di atas realisasi pertumbuhan ekonomi 2013 yang mencapai 5,78 persen sementara tingkat inflasi mencapai 8,38 persen.

Sementara untuk target laju inflasi pada 2014, pemerintah menetapkan sebesar 5,5 persen meskipun laju inflasi Januari 2014 telah mencapai 1,07 persen.Kondisi makro ekonomi Indonesia itu yang diikuti proyeksi politik dan keamanan menjelang penyelenggaraan Pemilihan Umum 2014 itu pada gilirannya akan mempengaruhi sejumlah investor dalam menanamkan modalnya.

Sebagian pengamat ekonomi dan pengamat politik memperkirakan tahun pemilu akan cenderung berdampak negatif terhadap perekonomian termasuk mempengaruhi jumlah dan nilai investasi portofolio.

Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI), Darmin Nasution memperkirakan perekonomian Indonesia pada 2014 tidak banyak mengalami perbaikan.Darmin mengatakan kondisi pemilu mendatangkan sisi positif dan negatif. “Negatifnya, investor menunggu dan melihat. Siapa mau cari gara-gara, tunggu saja pemilu lewat,” kata Darmin.

Peneliti senior Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro mengatakan isu-isu krusial yang mungkin muncul pada tahun pemilu adalah konflik.

“Dari perspektif politik, kebijakan politik pemimpin akan berpengaruh terhadap aktivitas dunia usaha. Peraturan yang jelas dan mengikat akan memberikan kejelasan dan mengikat pula bagi dunia usaha. Regulasi yang probisnis akan menciptakan peluang positif dan memberikan kenyaman bagi dunia usaha,” kata Siti.

Sementara, pengamat ekonomi-politik Universitas Indonesia (UI) Faisal Basri mengatakan tahun pemilu lebih berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional terutama jika calon petahana atau partai petahana kembali berlaga dalam pemilu.

“Mengapa orang harus merasa lebih tercekam di tahun pemilu? Kecuali jika Anda di Thailand, Mesir atau Bangladesh. Di Indonesia, tidak ada setitik darah pun menetes karena pemilu. Kalau pun ada itu karena jatuh dari truk atau dari atap metro mini yang merupakan kecelakaan lalu lintas,” kata Faisal.

Ia mengatakan faktor-faktor politik akan semakin renggang pengaruhnya terhadap makro ekonomi jika dilihat dari data-data ekonomi pada setiap tahun penyelenggaraan pemilihan umum di Indonesia.

“Kenyataannya, pertumbuhan ekonomi pada tahun-tahun pemilu justru naik dibanding tahun sebelumnya. Kecuali pada 2009 karena pengaruh krisis global, kita tumbuh 4,6 persen,” kata Faisal.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan.

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

© 2017