PT Best Profit Futures Cabang Pontianak

Tips Investasi

investasi dan tabungan

Bestprofit Futures – Tips Investasi

Banyak orang yang ingin menjadi sejahtera dalam hidupnya di masa mendatang, jika Anda merupakan salah satunya, tentu investasi adalah jawabannya. Namun, bagaimana cara memulai investasi dan apa saja yang harus diperhatikan dalam berinvestasi, berikut adalah sepuluh tips memulai investasi bagi pemula:

  • Mulailah sedini mungkin, faktor waktu memegang peranan sangat penting dalam berinvestasi. Semakin muda usia Anda berinvestasi, semakin baik hasil yang akan didapat nanti.

  • Tentukan tujuan investasi secara spesifik (rencana pendidikan, rencana pensiun, membeli rumah/apartemen, membeli kendaraan, renovasi properti, wisata, percepatan pelunasan KPR/KPA dan lainnya) sebelum memulai berinvestasi. Konsultasikan rencana-rencana ini dengan penasehat keuangan Anda

  • Tentukan jangka waktu dan target dana yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut.

  • Alokasikan dana untuk investasi secara konsisten, idealnya 10 persen hingga 30 persen dari pendapatan bulanan.

  • Jika Anda pemula, mulailah berinvestasi dengan cara tidak langsung sebelum berinvestasi langsung. Cara ideal adalah dengan membeli produk Reksa Dana (mulai dari Reksa Dana Pasar Uang, Pendapatan Tetap, Campuran, hingga yang lebih berisiko yakni Reksa Dana Saham), kemudian beranjak ke investasi langsung ke surat berharga (Obligasi Ritel dan Saham), hingga memulai bisnis riil sendiri atau bergabung dengan mitra bisnis yang cocok dengan Anda.

  •  Pelajari secara seksama berbagai alternatif investasi beserta aspeknya, seperti tingkat risiko dan imbal hasilnya secara historis. Jangan lupa dengan ekspektasi para ahli tentang perkembangan ekonomi dan bisnis ke depan yang dipadupadankan dengan ekspektasi Anda sendiri.

  •  Jika melirik investasi aset finansial, pilihlah perusahaaan investasi yang memiliki Badan Pengawas, jika Lembaga Perbankan memiliki ijin dari Bank Indonesia sedangkan Lembaga Non-Bank memiliki ijin dari Bapepam-LK.

  • Jangan letakkan semua telur dalam satu keranjang. Buatlah portofolio investasi sendiri yang sesuai dengan risk profile Anda.

  • Jangan pernah lupa, Potensi Keuntungan harus sejalan dengan Potensi Risiko. Jadi berhati-hatilah jika ada penawaran investasi yang memberi keuntungan tinggi tanpa risiko.

  • Lakukan pengawasan secara periodik setiap tahun untuk memantau kinerja investasi Anda. Jangan lupa untuk selalu mengkonsultasikan strategi investasi tahunan dengan penasehat keuangan Anda.

 

Dalam esai Charles Ellis yaitu The Loser’s Game pada 1975 membandingkan investasi dengan tenis amatir. Menggunakan pekerjaan statisk dan teori-teori yang dikembangkan oleh ilmuwan Simon Ramo, Ellis menunjukkan kalau pemain tenis amatir jarang memenangkan pertandingan dengan tembakan brilian.

Bahkan 80% dari waktu, pemenang pertandingan tenir amatir adalah pemain yang membuat kesalahan lebih sedikit. Jadi jika Anda seorang pemula yang ingin meningkatkan investasi, Anda harus mulai dengan dasar-dasar.

Berikut adalah enam kesalahan terbesar investor ketika berinvestasi. Jika Anda menghindarinya, mungkin keuntungan yang akan diperoleh:

1. Kegagalan untuk menyimpan
Jika Anda tidak menyimpan, Anda tidak dapat berinvestasi. Sayangnya, menurut survei consumer federation of America, hampir sepertiga dari orang Amerika tidak menyimpan apa-apa. Orang yang menyimpan tidak menyimpan banyak.

Menurut data bank sentral Amerika Serikat (AS), The Federal Reserve kalau tingkat tabungan pribadi adalah sekitar 4%-5% selama 2013. Memang menabung sulit tetapi penting.

2. Tidak berinvestasi di saham
Seiring waktu, saham telah menjadi tambang emas bagi investor. Akan tetapi, kebanyakan orang Amerika tidak. Menurut sebuah survei yang dilakukan oleh Gallup, hanya 24% orang AS berpikir kalau saham dan reksa dana merupakan investasi jangka panjang terbaik.

Lalu yang lainnya menilai kalau investasi terbaik yaitu properti yang mencapai 30%, dan sekitar 24% orang menganggap emas merupakan investasi terbaik.

Tidak ada keraguan kalau investasi real estate bisa mendapatkan hasil baik, tetapi itu berasal dari pendapatan sewa bukan apresiasi. Menurut ekonom Yale, Robert Shiller, kalau harga rumah setelah inflasi adalah 0,2% per tahun. Terlalu banyak orang Amerika menganggap rumah mereka menjadi investasi terbesar.

Menurut data historis, membeli sebuah rumah atau rumah lebih besar yang tidak menghasilkan pendapatan sewa tidak memberikan keuntungan maksimal setelah inflasi. Sedangkan emas, menurut ekonom Harvard, Greg Mankiw, emas tidak jauh lebih baik dalam hal pengembalian.

3. Membayar biaya tinggi
Selama jangka waktu lama, biaya tinggi memiliki efek yang sangat merusak pada hasil investasi dan kekayaan Anda. Biaya tinggi itu terutama mengenai penasihat keuangan.

4. Sering melakukan trading saham
Trading dapat juga berbahaya bagi kekayaan Anda. Brad Barber dan Terrance Odean telah menyelidiki aktivitas perdagangan untuk 78 ribu rekening selama enam tahun.

Selama tahun 1991-1996, rata-rata keuntungan tahunan pasar sebesar 17,9%. Mereka yang sering trading saham mencatatkan rata-rata pengembalian hasil sekitar 11,4%. Sedangkan mereka yang sedikit trading mencatatkan pengembalian hasil trading sebesar 18,5% per tahun.

5. Tak diversifikasi
Ketika berinvestasi jangan menaruh semua investasi Anda dalam satu keranjang. Hal itu merupakan hal yang sesuai akal sehat. Jadi masuk akal bila Anda memiliki aset lain di luar saham.

6. Mencoba untuk cepat kaya
Ingin cepat kaya menjadi sifat manusia. Hal ini mengarah pada kesalahan besar dalam berinvetasi. Apalagi kalau investor membeli saham tidak memiliki fundamental baik.

Nah itu enam kesalahan besar dalam investasi. Jika Anda menghindari enam kesalahan ini, Anda akan menghemat dalam berinvestasi saham, memegang investasi jangka panjang, dan mendiversifikasi portofolio.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan.

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

© 2017