PT Best Profit Futures Cabang Pontianak

Tips Investasi Koperasi yang Aman

investasi koperasi

Bestprofit Futures – Tips Investasi Koperasi yang Aman

Maraknya kasus penipuan investasi membuat nasabah harus lebih berhati-hati. Berikut ini tips dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah jika ingin berinvestasi di Koperasi.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pemilihan koperasi :

Pertama adalah status koperasi yang terdaftar sebagai lembaga berbadan hukum yang jelas. Nasabah bisa mengecek di pemerintah daerah setempat.

“Ada instansi yang membidangi koperasi itu sendiri, mulai dari pemerintah kabupaten, provinsi dan kalau yang kami (KemenKopUKM) awasi itu adalah nasional,” ujar Chairul Djamhari, Deputi Bidang Pembiayaan Kemenkop.

Ia mencatat ada 208.628 koperasi yang ada di dalam negeri. Dari jumlah tersebut ada koperasi yang terhitung aktif hingga non aktif. Untuk mencegah penipuan, nasabah harus aktif dalam pengecekan koperasi.

“Jumlah koperasi yang ada itu 208.628 unit koperasi seluruh Indonesia, ada yang aktif, ada yang setengah aktif, ada yang mati suri dan ada yang tinggal nama. Jadi kalau yang tinggal nama kalau mati suri itu bisa dibayangkan,” jelasnya.

Kedua, kata Choirul yang harus dilakukan memastikan rapat anggota tahunan (RAT) berjalan sesuai dengan aturan. Yaitu satu kali dalam setahun.

“Kalau sudah tidak dilakukan lima tahun terakhir, itu mesti biasanya seperti yang Anda sampaikan. Kalau koperasi bilang itu tak bermasalah, kami bilangnya bermasalah, itu sudah sesuai dengan aturan main yang ditetapkan oleh UU,” ungkapnya.

Ketiga adalah pengecekan aktivitas koperasi dalam lima tahun terakhir. Terutama dalam pelaksanaan anggaran sisa hasil usaha (SHU). “Ada pemanfaatan dana SHU (sisa hasil usaha). Yang tahun lalu kayak apa, dimanfaatkan untuk apa, harus tahu itu peruntukannya,” sebut Choirul.

Keempat, koperasi tersebut harus merekrut anggota secara terbuka. Dalam pengajuan pembentukan koperasi, memang hanya dibutuhkan kesepakatan dari minimal 20 anggota yang aktif. Namun saat berjalan, ruang anggota harus dibuka untuk umum.

“Harusnya keanggotaannya terbuka dan sukarela. Boleh menerima keanggotaan dari luar, tapi karena ada yang nakal, itu seringkali keanggotannya di blok cuma sampai 20, yang lain-lain ditetapkan sebagai calon anggota,” paparnya.

Choirul menyatakan intinya nasabah harus memahami hak dan kewajiban dalam sebuah koperasi. Tanpa memahami hal tersebut, nasabah akan cenderung tertipu dengan berbagai modus yang ada.

“Jangan sampai ditikung atau distempel saja oleh pengurusnya, Sebab kalau mengetahui hak dan kewajibannya itu termasuk pembentukan pengurus,” tutup Choirul.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan.

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

© 2017