PT Best Profit Futures Cabang Pontianak

Tanda Harga Harus Berubah

konsumen

Bestprofit Futures – Tanda Harga Harus Berubah

Anda seorang pelaku usaha kecil? Bila iya, bagaimana harga jual yang Anda tetapkan? Apakah harga itu membuat konsumen takut untuk membeli barang/jasa Anda karena terlampau mahal atau malah justru sebaliknya, harga terlalu murah sehingga menyebabkan permintaan melonjak tinggi?

Menetapkan harga dengan tepat merupakan kunci sukses bagi para pemilik bisnis kecil. Masalahnya adalah menetapkan harga ini bukanlah perkara mudah. Bila dibanderol terlalu tinggi, konsumen bisa hilang. Sementara jika harga terlalu rendah, permintaan akan melambung dan konsekuensinya adalah kelangkaan produk. Bila hal itu terjadi, kredibilitas perusahaan Anda dipertaruhkan karena dianggap tak bisa memenuhi permintaan pasar.

Lalu, adakah cara jitu untuk mengetahui harga yang telah ditetapkan itu sudah tepat atau belum? Berikut adalah lima penanda yang bisa dijadikan pemandu bagi Anda untuk menetapkan atau mengubah harga :

Kompetitor Memasang Harga Tinggi untuk Produk Bermutu Rendah

Saat pertama mengelola bisnis, entrepreneur biasanya memiliki strategi memasang harga murah untuk mengalahkan kompetitor. Menurut Tim Smith, Managing Principal Chicago Consulting Firm, cara itu kurang efektif. Dijelaskannya, konsumen tak selalu mempertimbangkan harga ketika membeli produk baik itu barang atau jasa tapi mereka juga menginginkan mutu. Jadi, jangan ragu untuk membanderol harga pada produk berkualitas tinggi sebagaimana dengan mutu yang ditawarkannya. Harga rendah boleh saja dibanderol pada sebuah produk hanya bila biaya produksinya murah dan penghitungan profit bagi perusahaan telah tercapai.

Smith memberi contoh, kesuksesan yang diraih 5 Hour Energy, produk minuman yang dijual ritel seharga US $2,99. Produk itu bersaing dengan produk minuman Red Bull yang telah lebih lama menguasai pasar yang dijual dengan harga ritel US $2. Harga lebih tinggi dibanderol 5 Hour Energy sebab produknya menawarkan nutrisi yang lebih kaya vitamin serta bebas kandungan gula atau dengan kata lain menyimpan kualitas lebih dari segi kesehatan dibanding pesaingnya. Dengan strategi itu, 5 Hour Energy yang semula adalah brand kecil dan tak banyak dilirik konsumen tapi kini sukses meraup penjualan sebesar US $1 miliar dalam jangka waktu kurang dari 10 tahun.

Etalase Toko Diwarnai dengan Tanda “Diskon”

Diskon dan aneka macam tawaran promosi yang kedengarannya mampu “menghipnotis” perhatian serta menarik minat belum tentu ditanggapi demikian oleh konsumen. Menurut Smith, perusahaan dianggap berperforma baik kala sukses melayani customer yang menghargainya. Dia menambahkan, bisnis bukanlah badan amal. Bisnis adalah bisnis. Karena itu, perusahaan tak perlu berusaha menarik khalayak dengan indikasi sebuah kepentingan yang tersembunyi di baliknya. Sebaliknya, fokuslah pada motivasi membeli serta kebutuhan target market dan pasanglah harga berdasarkan pada seberapa banyak konsumen dalam pasar yang akan atau bersedia membayar produk Anda.

Dana Bisnis Mulai Menurun

Dana bisnis, dalam arti semua uang yang disalurkan untuk kegiatan bisnis yang terhitung selama berjalannya tahun fiskal, bisa menjadi salah satu barometer untuk menentukan apakah harga produk perlu diganti atau tidak. Menurut Matt Johnson, partner Simon-Kutcher & Partners (perusahaan konsultan yang fokus pada strategi marketing dan penetapan harga di Cambridge, Massachusetts), ketika dana bisnis menukik tajam dari tahun lalu, biasanya itu disebabkan selisih antara biaya produksi dengan harga yang dipatok semakin mengecil–begitu pula dengan profit. Saat biaya produksi naik, karena kenaikan bahan baku atau kenaikan harga dari suplier maka harga yang Anda patok pun harus ikut naik.

“Sebagian besar customer, selama beberapa tahun ini, telah merasa terbiasa dengan kenaikan atau penambahan harga. Kenaikan bisa diterima dengan mudah bila koneksi antara biaya produksi dan penetapan harga itu jelas serta masuk akal,” jelasnya.

Tim Sales Mulai Bergantung Pada Pemotongan Harga untuk Mencapai Target Penjualan

Pernah mendapat saran dari tim penjualan/sales Anda untuk memangkas harga jual produk? Bila hal itu terjadi, mungkin karena tim sales Anda tidak terlatih dengan baik dalam mempertahankan harga sehingga mereka bergantung pada diskon sebagai pegangan untuk mencapai target penjualan. Meski demikian, saran dari tim sales Anda itu juga bisa dijadikan tanda untuk mengevaluasi harga produk yang telah ditetapkan. Namun sebaiknya hasil evaluasi itu jangan langsung dipakai senjata untuk memotong harga tapi setidaknya dipergunakan untuk membuat struktur harga yang berbeda. Demikian penuturan Per Sjofors, founder dan CEO Atenga Inc., perusahaan konsultan yang fokus pada strategi penetapan harga berbasis di California.

Bisnis Anda Mulai Menarik Perhatian Para Pemburu Harga Murah

Pepatah mengatakan, “ada harga ada rupa”. Pepatah itu bisa diterapkan dalam dunia bisnis untuk menilai kualitas produk dari harga yang dibanderol. Bisa diambil contoh sebuah salon yang menawarkan servis memotong rambut seharga Rp5 ribu atau Rp10 ribu. Dengan penawaran murah itu, mungkin hanya konsumen yang tak perduli dengan penampilan serta yang tak berniat membayar jasa tambahan (untuk mencuci atau mengeringkan rambut), yang akan tergiur dan memutuskan memotong rambut di salon tersebut.

Padahal menurut Sjofors, dalam dunia bisnis jasa, servis tambahan bisa menjadi aset yang berharga. “Jasa tambahan menyimpan komoditas yang cukup tinggi. Anda memasang harga rendah dan yang terjadi adalah Anda hanya akan menarik konsumen yang sanggup membayar murah,” jelas Sjofors. Akibatnya, margin profit akan terpangkas tajam dan itu artinya kesempatan memeroleh sumber daya untuk inovasi atau memasarkan produk akan hilang. “Saya takkan pergi ke salon yang menawarkan harga murah karena tak percaya dengan hasilnya. Pasti ada sesuatu yang tak benar dengan keahlian si pemotong rambut sehingga berani memasang harga murah. Inilah bukti bahwa harga itu sendiri yang menentukan kualitas sebuah produk,” lanjut Sjofors.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan.

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

© 2018