PT Best Profit Futures Cabang Pontianak

Tag Archives: Outlook Minyak Mentah : 15-19 Juni 2015

Outlook Minyak Mentah : 15-19 Juni 2015

minyak

PT.Bestprofit Futures (15/06) –

Outlook Minyak Mentah : 15-19 Juni 2015


PT.Bestprofit Futures – Harga minyak turun tajam pada hari Jumat karena kekhawatiran tentang kelebihan pasokan yang terus membebani, tapi masih berakhir minggu lebih tinggi, didorong oleh dolar yang lebih lemah.Minyak mentah untuk pengiriman Juli menetap 1,33% pada $ 59,96 per barel di New York Mercantile Exchange. Untuk minggu ini, kontrak naik 1,4%, kenaikan mingguan terbesar sejak April.

Minyak mentah Brent untuk pengiriman Juli, patokan global, turun 1,9%, untuk menetap di $ 63,87 per barel di bursa ICE Futures. Kontrak naik 0,88% pada minggu ini.

Harga minyak jatuh di tengah kekhawatiran bahwa output yang lebih tinggi oleh Arab Saudi akan memberi makan ke pasokan kekenyangan global. Arab Saudi mengatakan Rabu pihaknya telah menaikkan produksi selama tiga bulan terakhir dalam menanggapi permintaan global kuat.

Kekhawatiran pasokan dibayangi laporan yang menunjukkan penurunan lain dalam hitungan rig pengeboran minyak US terbaru. Baker Hughes (NYSE: BHI) mengatakan Jumat bahwa ada tujuh rig minyak lebih sedikit bekerja di AS pekan lalu, menunjuk ke pemotongan lebih lanjut dalam pengeboran dan produksi.

Produksi minyak global melampaui permintaan menyusul ledakan di US produksi minyak serpih dan setelah keputusan OPEC tahun lalu untuk tidak memangkas produksi.Awal bulan ini OPEC memutuskan untuk mempertahankan kuota produksinya pada 30 juta barel per hari.

Dalam laporan bulanannya, Kamis Badan Energi Internasional mengatakan pihaknya memperkirakan permintaan minyak dunia meningkat lebih cepat daripada perkiraan sebelumnya tahun ini, didukung oleh harga yang lebih rendah dan pertumbuhan ekonomi.

IEA mengatakan permintaan global untuk minyak akan meningkat 1,4 juta barel per hari tahun ini, 300.000 barel per hari lebih dari itu sebelumnya diperkirakan, dengan rata-rata harian 94 juta barel tahun ini.

Permintaan global pada tahun 2014 adalah sekitar 92.600.000 barel per hari, kata lembaga itu.

Sementara itu, dollar berakhir minggu lebih rendah terhadap mata uang utama lainnya, karena ketidakpastian atas ketika Federal Reserve bisa mulai menaikkan suku bunga ditimbang.

Indeks dollar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap sekeranjang perdagangan-tertimbang dari enam mata uang utama, berada di 94,98 Jumat, datar untuk hari. Indeks berakhir seminggu turun 1,42%, penurunan mingguan kedua berturut-turut.

Sebuah greenback yang lemah membuat komoditas berdenominasi dolar seperti minyak lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

Pada minggu ke depan, investor juga akan melihat ke depan untuk pernyataan tingkat Federal Reserve Rabu untuk sinyal yang jelas pada saat itu bisa mulai menaikkan suku bunga.

Pembicaraan utang Yunani juga akan tetap fokus dengan waktu berjalan keluar untuk mencapai cash-reformasi kesepakatan sebelum akhir bulan.

Menjelang minggu mendatang, kami telah menyusun daftar peristiwa penting akan mempengaruhi pasar.

Senin, 15 Juni

Swiss akan merilis data pada harga produsen dan penjualan ritel.

Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi akan bersaksi sebelum Ekonomi dan Moneter Komite Urusan Parlemen Eropa, di Brussels.

Kanada akan mempublikasikan laporan tentang penjualan manufaktur.

AS akan mempublikasikan data produksi industri dan aktivitas manufaktur di wilayah New York.

Selasa, 16 Juni

Reserve Bank of Australia akan mempublikasikan menit dari pertemuan kebijakan moneter terbaru, memberikan investor wawasan tentang bagaimana para pejabat melihat ekonomi dan pilihan kebijakan mereka.

Inggris akan merilis data inflasi harga konsumen.

Di zona euro, ZEW Institute akan melaporkan sentimen ekonomi Jerman.

AS akan merilis data tentang izin bangunan dan perumahan.

American Petroleum Institute, sebuah kelompok industri, akan mempublikasikan laporan mingguan persediaan minyak.

Rabu, 17 Juni

Selandia Baru akan mempublikasikan data pada transaksi berjalan.

Jepang akan menghasilkan laporan neraca perdagangan.

Inggris akan mempublikasikan laporan kerja terbaru. Selain itu, Bank of England adalah untuk mempublikasikan menit dari pertemuan Juni nya.

Kanada akan melaporkan penjualan grosir.

Administrasi Informasi Energi akan merilis laporan mingguan persediaan minyak mentah.

Kemudian Rabu, Fed mengumumkan keputusan kebijakan moneter dan mengadakan konferensi pers, yang akan diawasi ketat untuk indikasi segar pada kemungkinan waktu kenaikan suku bunga.

Kamis, 18 Juni

Selandia Baru akan merilis data produk domestik bruto.

Swiss akan mempublikasikan data neraca perdagangan.

Swiss National Bank mengumumkan tingkat Libor dan mempublikasikan penilaian kebijakan moneter. Tingkat pengumuman yang akan diikuti dengan konferensi pers.

The U.K. akan merilis data penjualan ritel.

Kemudian di hari itu, AS akan merilis serangkaian data, termasuk laporan harga konsumen, klaim pengangguran awal dan aktivitas manufaktur di wilayah Philadelphia.

Jumat, 19 Juni

Bank of Japan akan mengumumkan suku bunga acuan dan mempublikasikan pernyataan laju, yang menguraikan kondisi ekonomi dan faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan kebijakan moneter.

Inggris akan merilis laporan tentang pinjaman sektor publik.

Kanada akan mengumpulkan minggu dengan data inflasi konsumen dan penjualan ritel.

© 2018
KBI | PT BESTPROFIT FUTURESBAPPEBTI | PT BESTPROFIT FUTURESJFX | PT BESTPROFIT FUTURESForexIndonesia | PT BESTPROFIT FUTURES