PT Best Profit Futures Cabang Pontianak

PT Bestprofit – Saham Asia berhenti di puncak, merenungkan kekalahan pajak A.S.

Best nprofit - Asia Stock

PT Bestprofit – Saham Asia berhenti di puncak, merenungkan kekalahan pajak A.S. | PT Best Profit Futures Pontianak

PT Bestprofit (08/11) – Saham Asia berhenti pada puncak dekade dan dolar merosot pada hari Rabu di tengah kekhawatiran rencana Republik untuk pemotongan pajak utama A.S. berlari ke headwinds bahkan sebelum Senat merilis versi proposalnya sendiri.

Investor juga tetap waspada terhadap pembersihan anti-graft anti-graft Arab Saudi dan meningkatnya ketegangan dengan Iran, meskipun harga minyak mereda dari level tertinggi.

Dealer mengatakan EMini futures untuk S & P 500 (ESc1) tergelincir 0,2 persen pada sebuah laporan oleh Washington Post bahwa para pemimpin Senat Republik sedang mempertimbangkan penundaan satu tahun dalam pelaksanaan pemotongan pajak perusahaan, sebuah inti dari rencana DPR tersebut.

Indeks MSCI terluas di Asia-Pasifik di luar Jepang (MIAPJ0000PUS) turun 0,05 persen setelah mencapai level tertinggi sejak November 2007 pada hari Selasa.

Nikkei Jepang (N225) turun 0,4 persen, meski mengikuti lompatan ke penutupan terbaik sejak 1992.

Acara utama di Asia akan menjadi angka perdagangan China untuk bulan Oktober yang akan memberikan pembacaan mengenai keadaan perdagangan global dan apakah permintaan barang-barang China terus berlanjut.

Ekspor China terlihat meningkat 7,2 persen pada tahun lalu, dengan impor naik 16 persen.

Investor juga akan mengawasi Presiden Donald Trump saat ia membungkus kunjungannya ke Seoul pada hari Rabu dan kemudian menuju ke China, di mana dia diharapkan untuk mendesak Presiden Xi Jinping yang enggan untuk memperketat keamanan Pyongyang mengenai usaha senjata nuklir di negara tersebut.

Di pasar mata uang, perdagangan digambarkan sebagai “jalan acak” oleh analis di Citi tanpa tren yang jelas untuk diikuti.

Dolar melemah tipis 0,1 persen di level 94.826 (DXY) terhadap sekeranjang mata uang, setelah kembali gagal menahan resistan sekitar 95.150.

Baca Juga :

PT Best profit – Harga Emas Berubah Positif, Keputusan Trump tentang Fed Leadership Eyed
Best Profit – Harga Emas / Perak / Tembaga – Prospek Mingguan: 6 – 10 November
Best profit – Saham A.S. lebih tinggi pada saat penutupan perdagangan; Dow Jones Industrial Average naik 0,04%

Itu adalah 0,2 persen lebih rendah pada yen di 113,76, tapi baik dalam kisaran 112,96 / 114,74 dari 12 sesi terakhir.

Euro menyentuh palung empat bulan di $ 1,1552 semalam di tengah data industri Jerman yang mengecewakan, namun dengan cepat menguat di Asia menjadi sekitar $ 1,1597.

Wall Street telah mengambil nafas pada hari Selasa setelah kembali membuat puncak rekor. Dow (DJI) berakhir naik 0,04 persen, sementara S & P 500 (SPX) turun 0,02 persen dan Nasdaq (IXIC) 0,27 persen.

Indeks S & P 500 (SPSY) memimpin penurunan dengan penurunan 1,33 persen, sebagian karena kekhawatiran kurva imbal hasil yang merata akan mengurangi keuntungan pada bank yang meminjam pendek untuk dipinjamkan lama.

Kurva imbal hasil A.S. telah diratakan tajam dalam beberapa minggu terakhir, dengan selisih antara imbal hasil dua dan 10 tahun menyusut menjadi hanya 68 basis poin, yang terkecil sejak 2007.

Langkah tersebut sebagian besar mencerminkan taruhan Fed bertekad untuk melakukan kenaikan pada bulan Desember, mendorong imbal hasil jangka pendek. Langkah seperti itu cenderung memastikan inflasi tetap rendah lebih lama, sehingga menarik imbal hasil lebih lama dan meratakan kurva.

Kurva datar kadang-kadang menjadi pertanda pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat, namun juga dapat menandai pengambilan risiko yang berlebihan karena investor meminjamkan lebih lama dan lebih lama untuk mencari keuntungan yang lebih baik.

Pasar minyak didominasi oleh langkah Pangeran Mahkota Mohammed bin Salman untuk menopang basis kekuatannya dengan penangkapan bangsawan, menteri dan investor, yang oleh seorang pejabat digambarkan sebagai bagian dari “fase pertama” sebuah tindakan keras.

Ketegangan juga meningkat antara anggota OPEC Arab Saudi dan Iran, yang menurut para analis lebih banyak menggetarkan pasar minyak daripada pembersihan pangeran.

Setelah mencapai level dua dan setengah tahun pada hari Senin, Brent crude futures (LCOc1) telah menarik kembali sentuhan ke $ 63,69 per barel. Minyak mentah A.S. (CLc1) turun 14 sen menjadi $ 57,06.

DQR BPFNEWS.COMapatkan informasi terbaru di PT Best profit Futures

www.best-profitfutures.com

PT Best profit Futures

Sumber : investing

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan.

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

© 2017