PT Best Profit Futures Cabang Pontianak

Rupiah Melemah, IHSG Naik Tipis

nilai tukar rupiah dan ihsg

Bestprofit Futures – Rupiah Melemah, IHSG Naik Tipis

Nilai tukar rupiah melemah 0,1 persen dalam sepekan terakhir usai laju pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat mengalami perlambatan terparah sejak 2009.Data defisit transaksi berjalan pekan depan yang diprediksi semakin membengkak juga ikut melemahkan rupiah meski sejumlah langkah antisipasi telah dilakukan.

Mengutip data valuta asing Bloomberg, Jumat (8/8/2014), rupiah dibuka melemah di level 11.800 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level 11.796 per dolar AS. Rupiah tercatat sempat menyentuh level 11.841 pada perdagangan pukul 09:29 waktu Jakarta.Nilai tukar rupiah tercatat merosot dua persen sejak sebelum libur lebaran pada perdagangan 25 Juli. Sementara itu rupiah di pasar asing diperdagangkan 0,6 persen dibandingkan pasar spot.

Perekonomian Indonesia tercatat tumbuh 5,12 persen pada kuartal kedua. Mengacu pada data yang dirilis Badan Pusat Statistik menunjuukan impor melampaui jumlah ekspor sebesar US$ 305 juta pada Juni.Jumlah defisit transaksi berjalan baru akan dirilis pekan depan dan diprediksi bergerak melemah.

Semua mata akan tertuju pada data defisit transaksi berjalan pekan depan. Bahkan jika para pelaku pasar telah bersiap menerima skenario yang lebih buruk dari proyeksi, data tersebut tetap sangat berpengaruh,” ungkap Ekonom Standard Chartered Eric Alexander Sugandi.Sementara kurs referesnsi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia (BI), mencatatkan pelemahan dan berada di level 11.822 per dolar AS.

Sadar akan risiko deflasi serta geopolitik di Ukraina, Bank Sentral Eropa (ECB) belum mengeluarkan kebijakan yang agresif. Tetapi pemimpin ECB, Mario Draghi, senang dengan tren pelemahan euro belakangan, meski masih pesimistis terhadap prospek perekonomian ke depan. Situasi itu, menurut riset Samuel Sekuritas Indonesia, ditambah dengan initial jobless claims AS yang turun drastis, mempertahankan tren penguatan dollar index hingga dini hari tadi. Hari ini investor masih menunggu data neraca perdagangan China yang diperkirakan memburuk.

Rupiah melemah bersama mata uang lain di Asia hingga sore kemarin. Dollar index yang terus naik masih akan mempertahankan sentimen pelemahan rupiah ke depan. Hari ini data neraca perdagangan China yang memburuk bisa menambah tekanan pelemahan.

Sementara itu Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di dua zona dengan kecenderungan mendatar pada perdagangan saham Kamis pekan ini. Bursa saham Asia dan nilai tukar rupiah melemah berpengaruh terhadap laju IHSG.

Pada penutupan perdagangan saham, Kamis (7/8/2014), IHSG naik tipis 8,75 poin atau 0,17 persen ke level 5.066,97. Indeks saham LQ45 menguat 0,13 persen ke level 864,98. Sebagian besar indeks saham acuan menguat pada hari ini.

IHSG sempat melemah tipis ke level 5.052 pada pra perdagangan saham. Pada hari ini, IHSG sempat berada di level tertinggi 5.068 dan level terendah 5.043. Indeks saham yang tertekan ini didorong dari 136 saham berada di zona merah.

Sementara itu, 147 saham menguat sehingga mampu bergerak naik ke zona hijau. Lalu sebanyak 82 saham diam di tempat. Adapun total frekuensi perdagangan saham mencapai 246.955 kali dengan volume perdagangan saham 4,65 miliar saham. Nilai transaksi harian saham mencapai Rp 5,07 triliun.

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham menguat antara lain sektor saham tambang naik 1,73 persen. Lalu sektor saham konstruksi menguat 0,62 persen dan sektor saham aneka industri naik 0,57 persen.

Berdasarkan data RTI, investor asing melakukan aksi jual sekitar Rp 300 miliar. Hal itu juga menambah tekanan ke indeks saham. Sementara itu, investor lokal melakukan aksi beli sekitar Rp 200 miliar.

Pada hari ini, saham lapis kedua dan ketiga cenderung menguat. Saham BBLD naik 24,13 persen ke level Rp 1.955 per saham, saham GPRA menguat 18,42 persen ke level Rp 360 per saham, dan saham IIKP mendaki 17,65 persen ke level Rp 1.500 per saham.

Sedangkan saham-saham yang mengalami tekanan antara lain saham PICO tergelincir 8,47 persen ke level Rp 173 per saham, saham WOMF melemah 7,41 persen ke level Rp 250 per saham, dan saham ASSA turun 6,78 persen ke level Rp 220 per saham.

Pengamat pasar modal, Reza Priyambada menuturkan, IHSG bergerak variatif di dua zona seiring imbas bursa saham Asia melemah. Hal ini diikuti nilai tukar rupiah terhadap dolar.

Berdasarkan kurs tengah BI, rupiah di kisaran 11.766 per dolar Amerika Serikat (AS) pada Kamis pekan ini dibandingkan Rabu pekan ini. Menurut Reza, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar karena ekonomi Indonesia cenderung melambat.

“Ada juga yang memanfaatkan pelemahan ini dengan akumulasi beli,” ujar Reza.

Bursa saham Asia ditutup variatif. Indeks saham Jepang Nikkei menguat 0,5 persen. Sementara itu, indeks saham Hong Kong Hang Seng melemah 0,8 persen, indeks saham Shanghai turun 1,3 persen.

Indeks saham yang tertekan juga diikuti indeks saham Sydney yang turun 0,1 persen, indeks saham Korea Selatan Kospi melemah 0,3 persen, dan indeks saham Taipei melemah 0,1 persen.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan.

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

© 2017