PT Best Profit Futures Cabang Pontianak

PUSKAPTIS Menolak Diaudit Dewan Etik

survey

Bestprofit Futures – PUSKAPTIS Menolak Diaudit Dewan Etik

Bestprofit Futures – Guru besar riset dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Ikrar Nusa Bhakti, menyayangkan adanya hasil yang bertentangan dalam penghitungan cepat yang dilakukan sejumlah lembaga survei. Ia meminta lembaga-lembaga itu buka-bukaan terkait dengan aspek metodologis dan transparansi anggaran. “Ini harus diungkapkan secara terbuka ke publik, dari aspek metodologi harus jelas berapa sampelnya, di TPS mana saja dan bagaimana sebarannya,” katanya, Kamis, 10 Juli 2014.

Bestprofit Futures – Dengan begitu, lanjutnya, publik akan bisa memilah mana lembaga survei yang kredibel dan bukan. Menurut Ikrar, selama ini memang ada sejumlah lembaga survei yang bermasalah dan memiliki rekam jejak buruk serta melakukan manipulasi data. Perbuatan sejumlah lembaga survei nakal itu yang membuat kepercayaan masyarakat pada lembaga survei merosot. Karena itu ia meminta dewan etik asosiasi lembaga survei memanggil dan memeriksa mereka.

Sementara itu Direktur Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) Husin Yazid tidak mau memenuhi panggilan Dewan Etik Perhimpunan Survei Opini Publik. Dia beralasan audit terhadap lembaga survei penyelenggara penghitungan cepat (quick count) seharusnya dilakukan setelah Komisi Pemilihan Umum mengumumkan hasil penghitungan resmi pada 22 Juli mendatang. “Karena KPU merupakan lembaga negara yang berwenang dan berhak mengatakan yang menang dan kalah dalam pemilihan presiden,” kata Husin melalui pesan pendek, Selasa, 15 Juli 2014.

Husin justru meragukan obyektivitas badan audit. Sebab, kata dia, bos Saiful Mujani and Research Consulting (SMRC) yang hasil hitung cepatnya memenangkan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla ada di dalam anggota Dewan Etik. Husin berdalih audit seharusnya dilakukan transparan dan independen tanpa ada intervensi.

Dia pun menantang seluruh lembaga survei menandatangani pernyataan bersama untuk menjaga kredibilitas di mata publik. Pernyataan itu berisi janji bahwa lembaga survei yang salah dalam hitung cepat pada Rabu, 9 Juli 2014, siap dan harus dibubarkan. “Untuk mempertanggungjawabkan secara moral, sosial, profesional,” kata Husin.

Anggota Dewan Etik, Hamdi Muluk, mengatakan Persepi akan mengaudit enam lembaga survei yang menggelar hitung cepat pemilihan presiden hari ini dan besok. Tujuannya untuk memastikan proses lembaga survei dalam pengambilan sampel sudah sesuai dengan kaidah ilmu pengetahuan atau belum.

Keenam lembaga survei yang merupakan anggota Persepi itu di antaranya Saiful Mujani Research and Consulting-Lembaga Survei Indonesia dan Center for Strategic and International Studies-Cyrus. Hasil hitung cepat antara SMRC-LSI dan CSIS-Cyrus gabungan, maka yang dipanggil salah satu saja.

Selain itu, ada Indikator Politik, Populi Center, Jaringan Suara Indonesia, serta Pusat Kebijakan dan Pembangunan Strategis.Terdapat perbedaan pemenang pemilihan presiden pada keenam lembaga survei itu versi hitung cepat. Lembaga survei yang hitung cepatnya mengunggulkan Joko Widodo-Jusuf Kalla sebagai pemenang pemilihan presiden antara lain SMRC, Indikator, CSIS-Cyrus, dan Populi Center. Adapun Puskaptis dan JSI memenangkan pasangan Prabowo-Hatta.

Sumber : http://pemilu.tempo.co/read/news/2014/07/15/269593126/Puskaptis-Tak-Mau-Diaudit-Dewan-Etik-Ini-Alasannya

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan.

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

© 2017