PT Best Profit Futures Cabang Pontianak

Pemerintah Mencuri Melalui Uang Kertas, Pajak, Inflasi Dan Investasi Emas Salah Satu Penangkalnya

KWN-Fitzwilson

BEST PROFIT FUTURES – Kabar tentang pemerintah Polandia secara efektif menasionalisasi sebagian besar aset pensiun warga mereka memicu diskusi baru dalam topik terkait penyitaan. Sebenarnya, penyitaan kekayaan telah ada sejak manusia mulai menciptakan surplus dari kerja mereka dan upaya intelektual mereka.

Mari kita fokus pada tenaga kerja. Sangat sedikit orang yang dilahirkan sebagai jenius yang dapat menciptakan kekayaan dari pikiran mereka. Banyak kekayaan sepanjang sejarah telah diciptakan oleh tenaga kerja. Saat tenaga kerja melakukan tugasnya, ia memiliki nilai yang dapat ditentukan dalam bentuk apapun seperti properti riil, barang, jasa orang lain atau mungkin perdagangan untuk membayar upaya itu. Asumsinya adalah semua berada di pasar bebas agar tenaga kerja dan pemegang properti, barang dan jasa tersedia untuk dipertukarkan. Perbudakan, tentu saja, adalah bentuk akhir dari penyitaan.

Masalah muncul ketika buruh ingin menunda mengubah pembayaran dari kerja mereka menjadi barang berharga. Mata uang kertas diciptakan hanya untuk tujuan tersebut. Uang kertas itu lebih aman dan lebih tidak memberatkan untuk dibawa kemana-mana, dan bisa membawa nilai kerja yang telah dilakukan ke masa depan. Di dunia di mana jumlah kertas kira-kira setara dengan jumlah aset riil, penangguhannya memerlukan sedikit biaya untuk buruh.

Dengan dibentuknya Federal Reserve 100 tahun yang lalu, kemampuan untuk menyita properti diberlakukan sekali lagi dalam sejarah. Pada awalnya tidak kentara, tetapi semuanya menjadi terbuka dengan dilakukannya pencetakan uang oleh Presiden Johnson melalui kebijakan “Guns and Butter” pada tahun 1960, dan penghentian konvertibilitas emas oleh Presiden Nixon pada awal tahun 1970.

Mereka yang memasuki dunia kerja pada tahun 1970 telah dibesarkan oleh generasi yang umumnya berhemat. Bekerja keras dan menabung adalah cara hidup bagi kebanyakan orang pada saat itu, dan etika yang ditanamkan dalam banyak orang muda dalam memulai karir mereka dan keluarga.

Orang-orang muda pada saat itu memiliki pengalaman yang sebagian besar orang tidak memahami, yaitu apa yang disebut sebagai inflasi. Harga naik, tapi begitu pula pendapatan. Di awal karir mereka, pendapatan tidak cukup tinggi untuk menghadapi kurungan pajak federal sebesar 70%, sehingga inflasi tampak sebagai penularan bunga. Aturan pajak bahkan lebih tinggi di beberapa negara lain.

Inflasi telah menjadi bunga (interest rate) adalah ketika terjadi embargo minyak Arab dan kenaikan dramatis dalam harga bensin. Bahkan jika Anda bisa membeli gas, sangat sulit untuk ditemukan. Banyak orang menghabiskan waktu terbuang dalam mengantri gas. Ekonomi diraskaan mulai tenggelam dalam sesuatu yang berbeda, dan itu tidak baik.

Indikasi lain bahwa ada sesuatu yang tidak beres datang ketika apa yang disebut “Baby Boomers” banyaknya keluarga-keluarga baru dan membeli rumah. Ada kekurangan stock rumah, sehingga harga naik secara drastis. Ada generasi tua yang bersedia untuk menjual rumah mereka untuk mendapatkan penghasilan tetap yang tampak lebih dari cukup untuk pensiun mereka. Ini adalah kesalahan besar, karena inflasi mulai meningkat 12-14%, memiskinkan banyak dari mereka karena harga yang tinggi dan kerugian modal menghancurkan bagi pemegang pendapatan tetap karena suku bunga naik.

Kemudian pinjaman disubsidi. Memungkinkan untuk melakukan investasi dengan meninggalkan lebih banyak uang di saku daripada yang diinvestasikan, dan Anda masih dimiliki investasi. Kemudian pajak dikenakan pada pinjaman dan denda bagi para pekerja. Karena inflasi terjadi secara umum, barang-barang rumah tangga yang dibutuhkan tersebut harganya naik dengan percepatan.

Mereka yang memiliki aset strategis di real estate, emas, mata uang ‘keras’ tertentu, ekuitas dengan pertumbuhan tinggi dan energi, mengalami kerusakan paling minimal dari perampokan melalui pencetakan uang kertas. Banyak yang menjadi cukup kaya. Mereka yang menyimpan hasil kerja mereka kemudian terakumulasi dalam aset kertas melihat kekayaan mereka disita oleh kehancuran mata uang yang tak terkendali. Bahkan para pemenang hancur sebelum siklus itu selesai pada awal tahun 1980.

Penting untuk melihat dengan jelas bahwa benang merah-nya adalah penyitaan melalui pencetakan uang kertas yang tidak terkendali. Penyitaan-penyitaan lain juga terjadi dalam berbagai bentuk, antara lain melalui pajak. Inflasi menyebabkan pendapatan nominal meningkat, mendorong pekerja ke kurungan pajak yang lebih tinggi. Meningkatnya nilai real estate berarti pajak properti jauh lebih tinggi. Jaminan Sosial dikenai pajak memaksa orang untuk membayar pajak dua kali pada pendapatan mereka. Sebuah pajak juga diciptakan bagi mereka yang telah menabung terlalu banyak’. Sebuah sistem penyitaan yang sangat ketat muncul dan berlanjut hingga hari ini.

Kabar dari sinyal Polandia bahwa kita sekarang memasuki tahap yang lebih tidak menyenangkan dari penyitaan. Genteel veneer dalam 40 tahun terakhir telah menunjukkan cara yaitu “kami membutuhkannya, jadi kami akan mengambilnya.” Bagi orang-orang yang ingin merealisasikan nilai yang diterima, net setelah pajak harus ditukar segera untuk barang atau jasa yang diinginkan. Sampai rate riil dikembalikan ke pendapatan tetap, juga penting untuk mengurangi biaya sedapat mungkin.

Tabungan yang akan digunakan di masa depan harus dapat cepat dikonversi menjadi beberapa bentuk aset nyata yang dapat mempertahankan nilai, seperti yang telah ditunjukkan oleh sejarah antara lain seperti energi, logam mulia dan penambang, real estate un-leverage, dan biaya pra-bayar. Hanya melihat pada grafik yang luar biasa di atas, yang menggambarkan kinerja aset keuangan utama selama bulan lalu, dan Anda akan melihat bahwa pemindahan menakjubkan dari aset kertas ke aset keras telah dimulai dengan kecepatan kilat

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan.

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

© 2017