PT Best Profit Futures Cabang Pontianak

OJK : MMM Itu Ilegal

mmm2

Bestprofit Futures – OJK : MMM Itu Ilegal

Masyarakat tengah ramai membicarakan ‘investasi’ MMM atau Manusia Membantu Manusia. Banyak yang tertarik bergabung ke sistem yang punya nama asli Mavrodi Mondial Moneybook ini, karena berani menjanjikan keuntungan 30% per bulan.

Menurut Aidil Akbar Madjid, perencana keuangan, MMM bisa tumbuh subur karena sifat ingin mendapat kekayaan secara instan. “Masih banyak orang yang mau mendapat uang dengan cepat, tapi tanpa bekerja. Sifat seperti ini yang membuat sistem piramida bisa berkembang,” tuturnya, dikutip dari Detikfinance.

Pada dasarnya, MMM adalah skema Ponzi atau money game. Sistem MMM hanya mengandalkan perputaran uang di antara para anggotanya.

Sistem ini juga disebut piramida, yaitu mengandalkan orang lain dalam melipatgandakan uang. Contohnya, satu klien bisa mendapat untung jika ada klien baru yang memasukan uang, begitu seterusnya. Jika suatu saat tidak ada lagi klien yang mau memasukan uang, maka di situlah permainan berakhir.

“Misalnya 1.000 orang harus transfer ke 100 orang. Untuk meng-cover yang 1.000 itu butuh orang 1.500-2.000 orang lagi. Semakin ke bawah orangnya semakin banyak. Inilah makanya disebut sistem piramida,” papar Aidil.

Dalam sistem MMM, lanjut Aidil, juga tidak ada barang yang diperdagangkan. Bahkan perputaran uang antar anggota, juga tidak ditempatkan dalam investasi apapun.

“Tidak ada bisnis, tidak ada profit. Makanya keuntungan 30% itu tidak masuk akal,” tegasnya.

Namun, tambah Aidil, sistem piramida seperti MMM akan terus menjamur jika sifat ingin kaya secara instan masih ada. “Ingin kaya mendadak, tidak mau berinvestasi dengan benar, tidak sabar, dan sebagainya. Kalau yang seperti itu masih ada ya susah,” tuturnya.

Sementara itu Terkait praktik arisan Manusia Membantu Manusia (MMM) yang tengah marak di kalangan masyarakat, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan, pada dasarnya jika praktik maupun lembaga keuangan tersebut tidak memiliki izin OJK, maka praktik dan produk yang ditawarkan ilegal.

Kepala Eksekutif Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Kusumaningtuti S Soetiono mengatakan, sebelum membeli sebuah produk jasa keuangan, masyarakat harus menanyakan kepada pihak terkait apakah memiliki izin dari OJK atau tidak. Jika tak memiliki izin, maka produk tersebut tak diawasi.

Kalau tidak punya izin OJK, hati-hati. Ini bukan lembaga keuangan. Kalau ada tawaran lisan atau di internet, harus tanya punya izin atau tidak. Ini ada yang namanya MMM di internet, tanya punya izin enggak? Kalau tidak punya izin, pasti tidak ada yang mengatur, tidak ada yang mengawasi,” kata Kusumaningtuti di Jakarta, Kamis (7/8/2014).

Lebih lanjut, Kusumaningtuti menjelaskan, memang tidak hanya MMM yang marak hadir di tengah-tengah masyarakat. Ada beberapa jenis investasi lain yang sejenis MMM, yang izin usaha ataupun produknya juga masih dipertanyakan.

“Dari akhir Maret sampai sebelum libur hari raya Lebaran, kita sudah terima (melalui call center OJK) 126 informasi, pengaduan, pertanyaan apakah ini legal atau tidak. Janjinya bunga 30 persen per bulan, sangat di luar kewajaran,” ujar Kusumaningtuti.

Investasi semacam ini, lanjut dia, pada bulan-bulan pertama memang terlihat dan terasa menggiurkan. Namun, dalam bulan-bulan berikutnya, masyarakat perlu hati-hati. Sebab, potensi kerugian dan penipuan sangatlah besar.

“Yang sepert ini banyak dan bukan lembaga keuangan. Kita ingatkan hati-hati. Kalau bingung atau punya pertanyaan tentang investasi seperti ini, telepon saja ke OJK,” ujar Kusumaningtuti.

Kusumaningtuti menyatakan, kegiatan investasi semacam ini bukan merupakan lembaga keuangan karena tidak diatur dan tidak pula memiliki izin OJK.

“Investasi bodong ini ada yang menangani, yaitu Satgas Waspada Investasi. Ini adalah gabungan beberapa regulator yang memberikan izin investasi,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan.

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

© 2017