PT Best Profit Futures Cabang Pontianak

Minyak Mentah NYMEX di Asia

minyak

PT.Bestprofit Futures (01/040 –

Minyak Mentah NYMEX di Asia

PT.Bestprofit Futures – Harga minyak mentah naik pada awal Asia pada Rabu, karena data industri AS menunjukkan persediaan minyak penarikan solid dalam produk olahan dan investor menunggu kata lebih lanjut tentang kemungkinan kesepakatan antara negara-negara Barat dan Iran atas program nuklirnya.

Stok minyak mentah AS naik 5,2 juta barel pekan lalu, menurut data dari American Petroleum Institute, sedangkan persediaan distilat turun 18.000 barel dan persediaan bensin merosot 4,1 juta barel. Data adalah panduan untuk igures menyaksikan lebih dekat untuk periode yang sama karena dari Departemen Energi AS pada Rabu.

Di New York Mercantile Exchange, minyak mentah WTI untuk pengiriman Mei naik 0,37% menjadi 47,75 per barel.Menjelang datang awal sibuk untuk kuartal kedua dengan Australia merilis Manufacturing Index AI Group untuk bulan Maret adalah pada 0930 waktu Sydney (2230 GMT). Pada bulan Februari indeks memberikan kembali 3,6 poin hanya ketika tampak mengatur untuk menangkap 50,0 mark.

Di Jepang, kuartal pertama survei bisnis Tankan jatuh tempo pada 0850 waktu Tokyo (2350 GMT). Indeks difusi (DI) untuk sentimen di antara produsen utama diperkirakan di ditambah-16 pada bulan Maret, naik dari plus-12 pada bulan Desember untuk kenaikan pertama dalam dua kuartal.

Kemudian datang data bangunan Februari persetujuan pada 1130 (0030 GMT). Harapan untuk bulan-ke-bulan jatuh 4,0% setelah naik 7,9% pada bulan Januari. March Indeks Harga Komoditas RBA adalah karena pada 1630 (0530 GMT) yang menunjukkan pada bulan-bulan musim gugur 2,7% pada bulan Februari dan 20,6% pada tahun-ke-tahun.

Di Cina, PMI manufaktur dan jasa Maret CFLP pada 0900 waktu setempat (0100 GMT) dengan dip 49,7 diharapkan dari Februari 49,9. Kemudian HSBC (LONDON: HSBA) (LONDON: HSBA) PMI akhir jatuh tempo pada 0945 (0145 GMT) dengan 49,3 diharapkan. Investor terguncang oleh membaca kilat menunjukkan mengejutkan jatuh ke 49,2 dari Februari final 50,7, dengan permintaan domestik kendur mengambil disalahkan.

Semalam, minyak mentah berjangka merosot lebih dari 2% dalam jam perdagangan sore, seperti Gedung Putih mengirimkan indikasi bahwa negosiasi dengan Iran mengenai program nuklirnya bisa melampaui batas waktu yang telah ditetapkan sebelumnya untuk Selasa malam.

Sementara pengarahan wartawan di negosiasi pada Selasa sore, Sekretaris Pers Gedung Putih Josh Earnest mengatakan Amerika Serikat tidak menentang untuk melanjutkan pembicaraan dengan Iran selama mereka produktif.

Komentar itu muncul sebagai sisi dilaporkan mendekati mencapai kerangka kesepakatan politik awal yang bertujuan untuk membatasi kemampuan Iran cukup untuk membuat bom nuklir di luar jangkauan.

Sanksi ekonomi yang parah terhadap Iran selama tiga tahun terakhir telah membatasi ekspor minyak negara itu kira-kira satu juta barel per hari. Meredanya sanksi bisa jenuh pasar minyak global dengan kekenyangan minyak Iran, yang selanjutnya dapat menekan harga minyak mentah.

Di Intercontinental Exchange (ICE), minyak mentah Brent untuk pengiriman Mei turun 2,26% ke 55,04 per barel pada hari Selasa. Minyak mentah berjangka telah merosot lebih dari 7% selama tiga hari terakhir.

Iran memegang tingkat tertinggi keempat di dunia cadangan minyak mentah, menurut Administrasi Informasi Energi (EIA), tingkat persediaan (dari 157 miliar barel) yang berjumlah sekitar 10% dari total penyimpanan minyak mentah global. Sanksi kaku, pada gilirannya, telah meningkatkan pasokan minyak Iran. Iran dilaporkan telah ditimbun 30 juta barel minyak pada armada supertanker lepas pantai, Reuters melaporkan pekan lalu.

Pertempuran sengit di Yaman, sementara itu, terus membebani harga energi. Pada hari Senin, Saudi Arabian serangan udara yang dipimpin menewaskan 29 orang, termasuk perempuan dan anak-anak. Serangan datang sebagai angkatan laut Arab Saudi memberlakukan blokade pada sejumlah pelabuhan di seluruh negeri.

Harga minyak melonjak akhir pekan lalu di tengah kekhawatiran bahwa penutupan selat yang terletak strategis menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden, bisa membatasi ekspor dari daerah. Kekhawatiran mereda setelah analis dari Goldman Sachs (NYSE: NYSE: GS) mengatakan kepada investor bahwa chokepoint minyak penting masih bisa dicapai melalui jalur alternatif jika selat Bab el-Mandeb dimatikan.

Harga minyak sensitif terhadap berita geopolitik berisiko yang melibatkan Arab Saudi, eksportir terbesar di dunia minyak.

Sebuah lonjakan produksi minyak di Arab Saudi Maret membantu meningkatkan pasokan minyak OPEC ke level tertinggi sejak Oktober. OPEC melaporkan bahwa total output untuk Maret meningkat menjadi 30.630.000 barel per hari, naik dari angka revisi 30.07 pada bulan Februari. Peningkatan permintaan ekspor minyak Saudi dari pelanggan Asia, serta cuaca membaik di Irak telah memicu kenaikan produksi.

Di Nigeria, Presiden Goodluck Jonathan mengakui kekalahan ke Muhammadu Buhari, seorang mantan pemimpin militer dan mantan menteri Nigeria urusan minyak bumi pada 1970-an. Anjloknya harga minyak selama sembilan bulan terakhir telah melumpuhkan perekonomian produsen minyak terbesar Afrika.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan.

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

© 2017