PT Best Profit Futures Cabang Pontianak

Mengurangi Resiko Investasi

no risk

BESTPROFIT FUTURES – Mengurangi Resiko Investasi

Khawatir akan risiko seringkali menjadi penghalang seseorang untuk mulai berinvestasi, sehingga mereka cenderung menunda-nunda. Maklum, risiko adalah bagian dari hidup. Sejak bangun pagi, keluar rumah, bekerja hingga pulang kembali, sesuatu yang tidak kita harapkan bisa saja menimpa kita. Namun, ada risiko yang dapat dihindari dan ada juga yang harus berani dihadapi.

Berikut ini tips agar siap menghadapi risiko investasi:

1. Kenali profil Anda
Setiap orang punya level aman yang berbeda-beda dalam berinvestasi. Dengan menganalisa dan mengenali profil risiko, maka seseorang bisa mengatur batas risiko yang dapat diterima dan memilih produk investasi yang membuatnya nyaman. Karena pada akhirnya, hal yang paling penting bagi seorang investor adalah bisa tidur nyenyak di malam hari.

2. Pertimbangkan perusahaan yang sudah jelas
Banyak jenis investasi yang menawarkan skema yang menarik, tapi ternyata tidak punya izin yang jelas.  Sebelum mempertimbangkan, pastikan perusahaan yang menawarkan investasi punya izin usaha dari Regulator. Kalau bentuknya produk keuangan, izinnya dari Otoritas Jasa Keuangan. Selain itu, reputasi dan track record juga bisa jadi acuan. Beberapa perusahaan atau produk terbaik akan memiliki sejarah penghargaan yang menunjukkan konsistensi kinerja dan keberhasilannya.

3. Ketahui sebab akibat munculnya risiko
Setiap penjual pasti menjelaskan semua yang bagus-bagus dari produknya. Selalu ingat, return dan risiko itu seperti dua mata koin yang sama. Kalau ada produk memberi imbal 1% sebulan, artinya potensi kerugian bisa 1% sebulan. Jadi, bersikaplah kritis untuk cari tahu apa sebab akibatnya. Apa penyebab kenaikan? Jika kondisi berbalik, apa risikonya?

4. Pilih produk sesuai tujuan
Memilih produk investasi itu ibarat memilih kendaraan. Kalau mau ke Puncak, orang Jakarta pilih naik mobil. Tapi kalau ke Bali, orang pilih naik pesawat bukan mobil, karena lebih efektif. Begitu pula dengan investasi. Untuk tujuan jangka pendek, kita gunakan instrumen yang lebih aman seperti deposito atau obligasi. Kalau tujuannya masih panjang, kita bisa gunakan instrumen yang lebih berisiko, seperti saham.

Namun, jika dilakukan sebaliknya (jangka pendek di saham, jangka panjang di deposito), maka akan sama seperti naik pesawat ke Puncak atau naik mobil ke Bali. Sampainya tidak jelas kapan dan justru malah lebih berisiko, bukan.

5. Sebar risiko
Cara terakhir ini adalah untuk meminimalkan risiko. Sebar risiko atau istilah kerennya “diversifikasi” dapat dilakukan dalam 2 bagian: sebar produknya dan sebar waktunya. Dengan kata lain, investasi dilakukan dalam beberapa produk dan secara bertahap. Sehingga risikonya tidak terkonsentrasi pada 1 produk saja. Dan jumlah investasinya juga tidak sekaligus besar diawal, melainkan dibagi sebagian dalam periode tertentu. Semua investasi, pasti ada risikonya. Tetapi tidak berinvestasi punya risiko lebih besar. Yang penting, pahami risikonya dan jadikan dia sebagai teman Anda dalam mencapai tujuan. (as/commonwealth)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan.

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

© 2017