PT Best Profit Futures Cabang Pontianak

Membuat Rencana Bisnis Membuang Waktu ?

strategy

Bestprofit Futures – Membuat Rencana Bisnis Membuang Waktu ?

Sebagian besar pebisnis pemula beranggapan rencana bisnis merupakan langkah pertama yang bakal menentukan kelangsungan usahanya di masa depan. Namun, anggapan ini tak terlaku bagi pendiri perusahaan teknologi, MuckerLab, William Hsu.

Hsu, pengusaha sukses yang pernah menjabat eksekutif di AT&T dan eBay ini, beranggapan rencana bisnis justru hanya membuang-buang waktu. Bagi pebisnis pemula, mulai mendirikan perusahaan merupakan karir yang sangat berisiko dan mudah tersandung sejumlah kendala.

Baginya, gagasan apapun kemungkinan besar akan gagal saat Anda baru memulai perusahaan. Maka, membangun perusahaan, bertemu dengan realitas dan mengenali medan merupakan langkah yang harus dilalui para pengusaha pemula. Dengan begitu, para pebisnis tersebut dapat mengenali mana gagasan yang baik dan buruk untuk perusahaannya.

Dibandingkan menyusun rencana bisnis, Hsu justru memilih merancang tiga hal berikut yang harus dijalankan pengusaha baru. Berikut adalah tiga langkah pertama yang harus dilakukan calon pebisnis baru:

1. Pikirkan soal tenaga kerja, bukan gagasan
Tim kerja yang hebat lebih dibutuhkan dibandingkan gagasan yang sangat baik sekalipun. Memang tak ada orang yang sempurna, tapi itulah risiko yang harus dihadapi seorang pebisnis. Dua senjata utamanya yaitu memiliki visi dan berani mengambil risiko.

Sementara memiliki tim dengan anggota hebat, mampu melengkapi berbagai kekurangan yang dimiiliki sang pengusaha di masa depan. Tanpa rencana panjang, Anda hanya perlu menilai potensi pasar, tim kerja dan konsep bisnis yang akan dijalani. Meski begitu, tim kerja sejauh ini tetap menjadi elemen utama dibandingkan faktor pasar. Gagasan bisnis sendiri menjadi tidak begitu penting.

2. Berpikir cepat, bukan soal kesempurnaan
Saat pertama kali membuka bisnis, hipotesa apapun yang Anda masukkan dalam rencana usaha akan sering terbukti salah. Setidaknya, hanya satu dari 30 pebisnis baru yang sukses membuktikan hipotesa perusahaannya.

Artinya, para pengusaha hanya perlu mencari produk yang bisa dipasarkan dengan cepat dalam bentuk apapun. Lalu melakukan uji produk sesuai dengan pasar dan minat konsumen. Setelah itu, cari tahu apakah barang tersebut dapat mengundang pembeli.

Saat Anda mengalami kegagalan, yang perlu Anda lakukan hanya mencoba kembali. Tentu saja, tanggapan konsumen akan sangat bervariasi. Namun setidaknya, setiap kali Anda gagal, Anda menemukan peluang baru. Semakin banyak peluang, maka semakin baik bisnis yang dijalani. Maka dengan begitu tim Anda dapat mengeksekusi produk yang berhasil dengan sangat cepat. Hasilnya, produk yang sudah pasti disukai banyak konsumen.

3. Pikirkan soal visi, bukan rencana
Banyak pengusaha memiliki rencana bisnis dan model keuangan yang sempurna. Hsu menganggap cara ini muncul karena kebanyakan pengusaha beranggapan memulai berbisnis berarti memiliki rencana usaha. Sayangnya, menjadi pengusaha berarti menciptakan satu langkah lebih dekat dengan masa depan perusahaan.

Para pengusaha baru sebaiknya menentukan visi dan langkah-langkah cepat untuk mencapainya. Tak perlu menulis terlalu banyak rencana, tapi pikirkan bagaimana Anda bisa maju selangkah demi selangkah menuju visi tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan.

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

© 2017