PT Best Profit Futures Cabang Pontianak

Korban Jiwa Serangan Israel di Palestina

korban jiwa

Bestprofit Futures – Korban Jiwa Serangan Israel di Palestina

Serangan Israel di jalur Gaza terus dikerahkan, Minggu (3/8/2014) di tengah pembicaraan gencatan senjata tengah diupayakan di Kairo, Mesir. Salah satunya serangan kembali menghantam tempat pengungsian warga Palestina.

Serangan udara di sekolah yang dijadikan sebagai tempat pengungsian di Kota Rafah menurut petugas medis menewaskan sedikitnya 10 orang. Pada hari yang sama, 30 warga Palestina tewas saat berondongan tembakan Israel menghujani lokasi lain di kota itu.

Menurut keterangan saksi dan petugas medis, seperti dilansir Reuters, sebuah rudal yang diluncurkan pesawat dan menghantam pintu masuk sekolah yang dikelola PBB untuk tempat pengungsian. Pada saat itu ratusan orang berlindung di tempat itu. Serangan pada tempat pengungsian ini terjadi untuk kali kedua dalam sepekan setelah dilancarkan, Rabu (30/7) dan menewaskan 15 orang.

Sebelum serangan itu, Pemimpin Fatah, Ashraf Goma, mengatakan  pasukan Israel membombardir kota dari udara, darat dan laut.  ”Cucuran darah dari korban yang terluka di jalan-jalan dan mayat-mayat bergeletakan,” ungkapnya.

Peristiwa itu terjadi sehari setelah Perdana Menteri  Israel, Benjamin Netanyahu, berjanji untuk terus menekan Hamas bahkan setelah tentara menyelesaikan misi inti menghancurkan jaringan terowongan.

“Kami tengah dalam misi menghapus terowongan dan kami telah menemukannya. Kami berharap dapat menyelesaikan dalam waktu singkat, mungkin dalam waktu 24 jam atau lebih,” kata Juru Bicara Militer Israel Letna Kolonel Peter Lerner.

Pada satu sisi, pembicaraan untuk gencatan senjata baru tengah diupayakan. Delegasi dari kelompok Hamas dan Jihad Islam  tiba di Kairo. Namun tampaknya terobosan itu tak akan berlangsung cepat tanpa kehadiran Israel.

Setelah menuduh Hamas melanggar gencatan senjata pada Jumat (1/8), Israel mengatakan tidak akan mengirim utusan sesuai yang dijadwalkan. Pembicaraan di Kairo tanpa partisipasi Israel diprediksi tidak akan menghasilkan terobosan apapun.

Israel mulai meluncurkan serangan di Gaza pada 8 Juli lalu menyusul lonjakan roket yang dikirim Hamas dan gerilyawan lainnya. Pertempuran pada Minggu terus melonjakkan jumlah  korban tewas di Gaza yang disebut pejabat Palestina merenggut  1726 nyawa.

Sementara Israel mengkonfirmasi 64 tentara tewas dalam pertempuran dan serangan roket Palestina menewaskan tiga warga sipil di Israel.

Hingga kemarin 31 Juli, Israel masih terus memborbardir sejumlah kawasan di jalur Gaza, Palestina pada sore hari waktu setempat.

Seperti ditayangkan Liputan 6 Pagi SCTV, Jumat (1/8/2014), bom-bom Israel menghantam sebuah pasar yang berada di kota Shijaiyah, Gaza. Ironisnya, serangan mematikan itu terjadi selama 4 jam setelah Israel mengumumkan gencatan senjata.

Selain pengeboman dengan pesawat tempur artileri, Israel juga menembaki wilayah yang menjadi pusat pasar gudang dan pertokoan warga sipil. Akibat serangan itu, 17 warga Palestina tewas dan lebih dari 200 lainnya luka-luka.

Di kota Rafah, seorang pria tewas dalam sebuah serangan saat sedang melaju dengan menggunakan sepeda motor dan seorang perempuan tewas tertimpa bangunan rumahnya yang ambruk akibat bom-bom Israel.

Nasib memprihatinkan juga menimpa warga yang selamat karena harus berjuang mendapatkan pasokan makanan. Keadaan itu diperparah dengan banyaknya toko-toko dan pabrik makanan yang dibombardir oleh tentara Israel. Pada Kamis siang, puluhan warga sudah mengantre di depan sebuah toko roti di Gaza.

Karena banyaknya permintaan, maka setiap orang hanya diberi jatah sebanyak 100 buah roti per hari. Banyak warga yang merasa bahwa jumlah itu tidak cukup karena banyak sanak saudara mereka yang kelaparan.

Sementara itu, gedung stasiun televisi Al Aqsa milik kelompok pejuang Hamas kembali terkena hantaman rudal Israel. Hal itu merupakan kedua kalinya stasiun tv tersebut terkena serangan dalam 1 minggu terakhir.

Di kawasan pesisir pantai, kapal-kapal Israel bahkan menembakkan roket ke sebuah masjid dan tidak jelas apa alasannya.

Serangan demi serangan yang dibuat Israel ternyata tak membuat puas Israel. Israel bahakan akan menambah 16 .000 tentara cadangan ke jalur Gaza, sehingga total jumlah mereka menjadi 86.000 personel. Sejauh ini, sudah ada 1.394 warga Palestina yang tewas akibat serangan membabi buta militer Israel.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan.

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

© 2017