PT Best Profit Futures Cabang Pontianak

Kelayakan Ide Bisnis Dengan BEA

ide bisnis

Bestprofit Futures – Kelayakan Ide Bisnis Dengan BEA

Tidak semua orang memiliki kisah yang mulus dalam menjalankan bisnis baru. Selalu ada sebagian entrepreneur pemula yang kerap tersandung di awal-awal mereka memulai berbisnis. Biasanya mereka inilah orang-orang yang berpikir secara positif dan bersemangat lebih tinggi dalam memulai.

Bila Anda mendapati diri Anda juga seperti itu, siapkanlah sebuah prediksi keuangan secara cemat dan perhatikan tanda-tanda yang disampaikan pada Anda. Langkah ini memberitahukan pada Anda apakah ide bisnis Anda sebuah ide yang menguntungkan dan patut diperjuangkan atau kurang menguntungkan dan kurang layak untuk direalisasikan.

Bagaimana Anda bisa mengetahui bahwa sebuah ide bisnis akan menjadi bisnis besar yang mampu mendatangkan banyak untung bahkan sebelum Anda mewujudkannya?

Jawabannya, tentu saja tidak bisa. Ketidakpastian inilah yang membuat bisnis menjadi penuh risiko dan menakutkan. Namun, karena ketidakpastian itu hanya orang-orang tertentu saja yang mau menerjunkan diri dalam bisnis.

Akan tetapi bukannya tidak mungkin jika Anda hendak melakukan sebuah perkiraan yang masuk akal. Di sini kita dapat melakukan sebuah riset sederhana bernama break even analysis (BEA). Meskipun tidak dapat menggantikan peran sebuah rencana bisnis yang lengkap, BEA yang baik akan membantu kita dalam menentukan apakah ide bisnis kita patut diperjuangkan atau tidak.

Untuk melakukan sebuah BEA, menurut Mike P. McKeever, diperlukan 4 jenis perkiraan:

  • Pendapatan penjualan : Perkiraan ini berisi jumlah uang keseluruhan dari kegiatan penjualan yang Anda hasilkan dalam bisnis per bulan, minggu, atau tahun.
  • Biaya tetap : Kadang biaya  tetap disebut juga sebagai “biaya overhead ”. Seberapa buruk atau baik kinerja Anda, biaya ini harus tetap dibayarkan secara teratur. Biaya ini biasanya meliputi biaya sewa, asuransi, dan biaya lain yang telah ditetapkan dari awal.
  • Laba kotor dari tiap penjualan : Istilah ini didefinisikan sebagai besarnya uang yang tersisa dari uang setiap penjualan setelah membayar biaya langsung dari penjualan tersebut. Misalnya bila Anda membayar Rp. 1 juta untuk sebuah laptop yang Anda jual seharga Rp 4 juta, laba kotornya ialah Rp. 3 juta.
  • Pendapatan penjualan impas: Bagian ini jumlah uang yang dibutuhkan bisnis Anda setiap minggu  atau bulan untuk membayar biaya produk langusng dan biaya tetap. Pendapatan ini tidak termasuk laba apapun.

Banyak entrepreneur berpengalaman menggunakan BEA sebagai parameter pertama dalam mengukur tingkat feasibility sebuah bisnis baru. BEA yang baik menjadi batu pijakan bagi entrepreneur untuk melangkah ke fase selanjutnya, yaitu menyusun business plan.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan.

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

© 2017