PT Best Profit Futures Cabang Pontianak

Kebijakan Ekonomi Invesment / Saving (I/S)

invesment-saving

BEST PROFIT FUTURES – Kebijakan Ekonomi Moneter, Fiskal (Model IS-LM).

Apa sih yang dimaksud dengan kebijakan moneter atau fiscal itu dalam perekonomian ?
Sebelum kita membahas tentang kebijaka moneter atau fiscal maka ada beberapa hal yang mesti kita pahami terlebih dahulu yakni :

– Apa itu Keynesian Cross ?
– Apa itu Kurva IS ?
– Apa itu Kurva LM ?

Keynesian Cross , sesuai namanya ditemukan oleh John Maynard Keynes (1883-1946) adalah bagian penting dari Model IS-LM . IS-LM sendiri berasal dari kata Investment/ Savings dan Liquidity Preference / Money.
Keynesian Cross sebenarnya berasal dari suatu grafik fungsi pengeluaran.. Fungsi pengeluaran tersebut adalah suatu rencana pengeluaran (planned expenditure) untuk membeli barang dan jasa oleh pemerintah.

Rumusnya : E = C + I + G , dimana C = C(Y-T)

Berikut grafiknya.

Gambar 2.0 Fungsi Pengeluaran
 


Dari grafik diatas kita bisa melihat bahwa slopenya positif yang berarti semakin tinggi Y (pendapatan) maka semakin tinggi pula E (Pengeluarannya). Variabel yang bisa menaikkan E antara lain I(investasi) dan G (pengeluaran pemerintah)

Keseimbangan ekonomi
Keseimbangan ekonomi adalah kondisi dimana pendapatan pemerintah (Y) sama dengan pengeluaran pemerintah E. Y=E dan terbentuk garis 45 derajat .
Bila grafik keseimbangan ekonomi digabung dengan fungsi pengeluaran sebagai pendapatan maka diperoleh apa yang dinamakan sebagai Keynisian Cross.
Seperti grafik berikut :

Gambar 2.1 Keynisian Cross
 

Grafik I-S
Grafik I-S adalah penggambaran dari fungsi Pendapatan (Y) terhadap bunga bank (i). Fungsi I-S ini mirip dengan Fungsi Investasi. Bila I dinaikkan (sesuai grafik Keynisian Cross) maka E dan Y juga meningkat.

Gambar 2.2 Grafik I-S
 


Government Multiplier Effect
G – Multiplier Effect dalam perekonomian adalah effect pengganda yang terjadi akibat naiknya pengeluaran pemerintah.
Sesuai Grafik sebelumnya untuk E=C+I+G maka bila secara matematis bila G dinaikkan maka E juga meningkat. Peningkatan E berarti peningkatan pula Y (pendapatan) dengan meningkatnya Y (pendapatan) maka biasanya konsumsi juga meningkat ( C ) . Dan begitu seterusnya . Inilah efek pengganda (multiplyer yang terjadi).
Secara grafis bisa kita lihat

Gambar 2.3 Goverment Multiplyer Effect
 


Kebijakan Fiskal
Bila kita lihat pada grafik IS maka kenaikan G (kenaikan pengeluaran pemerintah) ini akan mengakibatkan pergeseran (shifting ) IS ke kanan karena bunga tidak berubah Dan ini mengakibatkan kenaikan Y (pendapatan). Inilah mengapa bila pemerintah melakukan kebijakan Fiskal ,yakni menambah atau mengurangi pengeluarannya maka dapat mempengaruhi pendapatan. Kebijakan fiscal yang menambah pengeluran pemerintah disebut Ekspansi Fiscal (kurva geser ke kanan/luar) dan sebaliknya disebut Fiscal Contraction.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan.

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

© 2017