PT Best Profit Futures Cabang Pontianak

Ini kunci sukses PT Timah (TINS) menaikkan laba di semester I 2018

Aktifitas bongkar muat Timah di Pelabuhan sunda Kelapa, Jakarta (19/12). Setelah sempat terhenti, Asosiasi Timah Indonesia (ATI) memperkirakan ekspor timah bulan ini akan tumbuh 127 persen dibanding Nobember, kenaikan ini disinyalir berasal dari produsen yang mangkir dari komitmen moratorium ekspor timah. KONTAN/Muradi/19/12/2011

PT.Bestprofit – Ini kunci sukses PT Timah (TINS) menaikkan laba di semester I 2018 | PT Best Profit Futures Pontianak

Bestprofit (04/09) — JAKARTA. Maksimalkan strategi di kuartal II 2018, PT Timah Tbk (TINS) bukukan kenaikan laba nyaris 13%. Itu berbanding terbalik dengan capaian kuartal I 2018, di mana laba perusahaan tambang tersebut turun hingga 18%.

Dalam laporan keuangan, Timah melaporkan laba periode berjalan yang dapat didistribusikan ke pemilik entitas induk sebesar Rp 170,14 miliar pada semester pertama 2018. Angka tersebut naik 12,93% dari catatan laba Rp 150,65 miliar di periode sama tahun sebelumnya.

Di enam bulan tahun ini, TINS membukukan pendapatan usaha naik 1,62% jadi Rp 4,37 triliun dari pendapatan usaha Rp 4,30 triliun tahun sebelumnya, dan beban pokok pendapatan naik tipis 0,81% jadi Rp 3,70 triliun dari beban pokok pendapatan Rp 3,67 triliun.

Direktur Keuangan TINS Emil Ermindra menjelaskan, kinerja yang lebih baik tersebut karena keberhasilan strategi usaha dari tim operasi produksi perusahaan. Dia menjelaskan ada beberapa hal sederhana, yang ternyata ampuh untuk mendorong laba emiten itu.

“Dengan memperbaiki sistem operasi laut yang berorientasi pada jam jalan, insentif kualitas produksi, serta menerapkan sistem pembayaran imbal jasa yang bersaing dan dibayarkan pada hari yang sama,” jelasnya kepada Kontan.co.id, Selasa (4/9).

Hasilnya, pada semester I 2018, Emil mengungkapkan bahwa perusahaan telah berhasil menurunkan biaya perolehan bahan baku biji timah sebesar 18% year on year (yoy). Begitu juga total biaya perolehan bijih timah, turun menjadi Rp 2,06 miliar dari Rp 2,52 miliar pada tahun sebelumnya.

Meskipun diakui, kalau total beban pokok pendapatan mengalami sedikit peningkatan sebesar 1% dari Rp 3,67 miliar menjadi Rp 3,70 miliar. Namun, itu dirasa tidak berdampak besar terhadap pencapaian laba kotor yang meningkat menjadi Rp 674 miliar dengan margin laba kotor sebesar 15%. “Tentunya juga, keberhasilan ini didorong dari kemampuan Tim Pemasaran kami yang berhasil menjual secara extra ordinary pada Mei,” ungkapnya.

Baca Juga :
PT.Bestprofit – Pasar saham volatile, fundamental kinerja emiten masih oke | PT Best Profit Futures Pontianak
PT.Bestprofit – Divestasi Freeport ditargetkan September | PT Best Profit Futures Pontianak
PT.Bestprofit – Rupiah ambruk ke Rp 14.655 per dollar AS | PT Best Profit Futures Pontianak
PT.Bestprofit – Bursa Asia mendapat angin segar penguatan Wall Street | PT Best Profit Futures Pontianak
PT.Bestprofit – KKP dan XL Axiata lahirkan aplikasi Laut Nusantara | PT Best Profit Futures Pontianak
PT.Bestprofit – IHSG turun tipis pada akhir perdagangan sesi I | PT Best Profit Futures Pontianak

Tim pemasaran sukses mendorong penjualan di minggu keempat Mei, di mana ekspor atau penjualan berhasil naik dua kali lipat dari rata rata penjualan bulanan yang biasa dicapai. “Dengan demikian, hasil ekspor ini sangat mendorong tercapainya laba dan memperbaiki kesulitan aliran kas yang terjadi karena tidak adanya pemasukan pada Maret dan April,” jelasnya.

Di awal tahun, Emil menjelaskan bahwa hasil produksi bijih timah perusahaan itu mengalami hambatan karena musim hujan yang berkepanjangan dan tidak menentu, terutama bijih timah hasil produksi laut. “Kami mengistilahkannya masa berlindung,” ujarnya.

Selama musim hujan KIP (Kapal Isap Produksi) yang merupakan alat menambang dan sekaligus pabrik berjalan, tidak dapat beroperasi secara maksimal karena memang tidak didesain untuk gelombang dalam cuaca yang buruk. Padahal hasil produksi TINS atau sebanyak 80% dihasilkan dari tambang laut.

Sehingga, dilihat dari sisi penjualan emiten itu sejak awal Maret hingga pekan terakhir Mei 2018, mengalamai hambatan ekspor. “Hal ini mengganggu cash flow dan profitabilitas kami. Walaupun kami masih dapat menbukukan laba,” jelasnya.

Menurutnya, jika produksi TINS tidak terkendala musim dan ekspor, dia yakin bahwa perusahaan bisa membukukan prestasi yang lebih baik lagi.

QR BPFNEWS.COMDapatkan informasi terbaru di PT Bestprofit Futures

www.best-profitfutures.com

PT BestProfit Futures

Sumber : investasi.kontan

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan.

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

© 2018
KBI | PT BESTPROFIT FUTURESBAPPEBTI | PT BESTPROFIT FUTURESJFX | PT BESTPROFIT FUTURESForexIndonesia | PT BESTPROFIT FUTURES