PT Best Profit Futures Cabang Pontianak

Hitung Cepat RRI di Panggil DPR

rri

Bestprofit Futures – Hitung Cepat RRI di Panggil DPR

Kepolisian Daerah Metro Jaya akan menjaga kantor Radio Republik Indonesia terkait dengan penghitungan cepat hasil pemilu presiden oleh lembaga ini. Menurut Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto, penjagaan kantor RRI dilakukan menyusul maraknya teror yang diterima oleh sejumlah lembaga survei.

Rikwanto mengatakan, selain RRI, sejumlah kantor lembaga survei lainnya juga tak luput dari penjagaan kepolisian. “Semua tempat yang berpotensi rawan pasti dipatroli polisi,” ujar Rikwanto.

Sejumlah lembaga yang melakukan hitung cepat, baik yang memenangkan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla maupun Prabowo Subiato-Hatta Rajasa, menjadi sasaran teror. Kantor Jaringan Suara Indonesia, misalnya, dilempar bom molotov pekan lalu.

Lembaga Survei Poltracking Indonesia juga mendapat teror. Lembaga yang menyatakan pasangan Jokowi-JK sebagai pemenang pilpres dalam hitung cepatnya itu mengaku mendapat info kantor mereka di Setia Budi akan diserang.

Meski marak ancaman teror, Rikwanto mengimbau masyarakat agar tidak selalu panik menanggapi kabar-kabar yang beredar sejak pilpres berakhir. Menurut ia, teror-teror itu bisa saja tipuan.

Wakil Ketua Komisi Informasi Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, T.B. Hasanuddin, membantah informasi tentang rencana pemanggilan manajemen Radio Republik Indonesia terkait dengan penghitungan cepat hasil pemilihan presiden pekan lalu. Menurut Hasanuddin, Komisi Informasi tak pernah merencanakan pemanggilan tersebut.

“Prosedur pemanggilan oleh DPR itu ada ketentuannya,” kata Hasanuddin saat dihubungi Tempo, Selasa, 15 Juli 2014.

Menurut Hasanuddin, pemanggilan oleh DPR hanya bisa dilakukan jika ada persetujuan dari pimpinan komisi. Selain itu, ujar dia, pemanggilan mitra kerja DPR juga harus disetujui oleh pimpinan seluruh fraksi di komisi yang salah satunya membidangi penyiaran tersebut. “Kalau semua setuju, baru meminta sekretaris komisi untuk memanggil,” tuturnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi I dari Fraksi Demokrat, Ramadhan Pohan, berencana memanggil Direktur Utama RRI Rosarita Niken Widiastuti. Niken akan dimimtai keterangan soal hasil hitung cepat pemilihan presiden 9 Juli lalu. Ramadhan menilai RRI tak boleh menyiarkan hasil hitung cepat (quick count). Rencana ini memancing perbincangan masyarakat di jejaring sosial.

Dalam hitung cepat versi RRI, pasangan Jokowi-Jusuf Kalla unggul dengan perolehan suara 52,21 persen. Sedangkan jumlah perolehan suara pasangan Prabowo-Hatta Rajasa hanya 47,49 persen.

Direktur Utama Lembaga Penyiaran Publik RRI Rosarita Niken Widiastuti menyatakan belum mengetahui ihwal rencana pemanggilan oleh Komisi I DPR. “Kami belum menerima surat pemanggilannya,” kata Niken melalui pesan singkat

Sumber : 

http://pemilu.tempo.co/read/news/2014/07/15/269593092/Kubu-Jokowi-Tolak-Rencana-Pemanggilan-RRI-

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan.

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

© 2017