PT Best Profit Futures Cabang Pontianak

Harga timah masih akan fluktuatif di semester kedua

timah_pic2

PT.Bestprofit –Harga timah masih akan fluktuatif di semester kedua| PT Best Profit Futures Pontianak

Bestprofit (04/07)  —Meski tak seburuk logam industri lainnya, harga timah di sepanjang paruh pertama tahun ini cenderung tertekan. Sempat mengawali tahun dengan meloncat tinggi ke atas level US$ 21.900 per metrik ton, harga timah bergerak turun di tengah sentimen buruk yang menyelimuti komoditas.

Mengutip Bloomberg, Jumat (29/6), harga timah kontrak pengiriman tiga bulanan di London Metal Exchange (LME) berada di posisi US$ 19.750 per metrik ton. Sepanjang semester pertama tahun ini, harga timah mencatat penurunan sebesar 1,37%.

Tak beda jauh dari sentimen pada logam industri lainnya, Direktur Garuda Berjangka Ibrahim, menilai, perang dagang Amerika Serikat (AS) masih menjadi isu utama. Panas dingin konflik dagang antara AS, China, Eropa, dan sejumlah negara lainnya membuat harga komoditas tertekan.

Harga timah bahkan sempat jatuh ke level terendah dalam tahun ini, yaitu pada level US$ 19.600 per metrik ton, Kamis (28/6) lalu. “Harga tertekan karena realisasi perang tarif impor semakin dekat antara AS dan China, bahkan sampai hari ini harga masih menurun,” kata Ibrahim, Selasa (3/7).

Baca Juga :
PT.Bestprofit – Jurus pemasaran game developer lokal masih kurang optimal| PT Best Profit Futures Pontianak
PT.Bestprofit – Pengetahuan keamanan siber di Indonesia perlu ditingkatkan | PT Best Profit Futures Pontianak
PT.Bestprofit –Meninggikan Kualitas SDM Indonesia dengan Relevansi Pendidikan Tinggi | PT Best Profit Futures Pontianak

Memasuki semester kedua, Ibrahim meyakini permintaan terhadap komoditas logam industri seperti timah masih akan terjaga. Dengan catatan, perekonomian China tidak melambat drastis akibat perang dagang.

“Kemarin China sempat menurunkan rasio cadangannya sebesar 50 basis poin, nilainya mencapai 700 miliar yuan. Ini menimbulkan kekhawatiran juga, seburuk apa kondisi ekonomi China sekarang?,” ujarnya.

Pelaku pasar juga masih akan terus mengantisipasi kenaikan suku bunga The Fed yang diproyeksi masih akan berlangsung dua kali di sisa tahun ini. Biasanya, harga komoditas akan makin loyo saat sentimen suku bunga mencuat dan membuat dollar AS menguat.

Untuk itu, Ibrahim memprediksi pergerakan harga timah masih akan fluktuatif di paruh kedua tahun ini dalam rentang US$ 19.500 – US$ 20.750 per metrik ton. Akhir tahun, ia memproyeksi harga timah berpotensi ditutup di posisi US$ 20.500 per metrik ton.

QR BPFNEWS.COMDapatkan informasi terbaru di PT Bestprofit Futures

www.best-profitfutures.com

PT BestProfit Futures

Sumber : investasi.kontan.co.id

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan.

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

© 2018
KBI | PT BESTPROFIT FUTURESBAPPEBTI | PT BESTPROFIT FUTURESJFX | PT BESTPROFIT FUTURESForexIndonesia | PT BESTPROFIT FUTURES