PT Best Profit Futures Cabang Pontianak

Dampak Rating Investasi dan Surat Utang

rating investasi

BEST PROFIT FUTURES – Baru-baru ini, Bank Dunia mengumumkan bahwa Indonesia kini menjadi negara yang berada di urutan ke-120 sebagai negara yang memberikan kemudahan berinvestasi. Posisi ini jauh tertinggal dibandingkan Singapura, Selandia Baru dan Malaysia yang menempati posisi 10 besar negara dengan tingkat kemudahan investasitertinggi. Malah, dibandingkan dengan Malaysia, posisi kita semakin jauh tertinggal karena sebelumnya Malaysia malah tidak masuk 10 besar.

Penurunan rating ini tentu menurunkan juga peringkat negara Indonesia sebagai negara layak investasi. Malah, lembaga rating iklim investasi dunia seperti Moody’s telah dengan tegas menyatakan bahwa Indonesia t=belum bisa disebut negara investasi karena berbagai permasalahan. Hal ini tentu harus menjadi perhatian mendasar walaupun posisi Indonesia sebenarnya belum sepenuhnya terpuru.

 

Definisi dan Penjelasan Rating Investasi

Secara umum, rating investasi didefinisikan sebagai tingkat kemudahan yang bisa diberikan suatu negara untuk para investor yang ingin berinvestasi di negara tersebut. Faktor-faktor yang menentukan sangat beragam seperti ketersediaan sarana dan prasarana umum seperti jalan tol dan bandara internasional, sistem birokrasi, ketersediaan suplai listrik, situasi sosial politik, surat utang dan pendapatan per kapita masyarakat.

Surat utang suatu negara menjadi dasar lembaga rating untuk memberikan peringkat investasi. Masing-masing lembaga rating investasi memiliki standar pemberian nilai. Saat ini, surat utang Indonesia mendapat rating BB+ untuk yang jangka panjang dan BB untuk yang jangka pendek, dimana penilaian ini keluar dari Standard & Poor’s. Akan tetapi, baru-baru ini S&P juga memberi penjelasan ekstra bahwa walaupun surat utang Indonesia masih berperingkat baik, statusnya bukan lagi positif melainkan hanya stabil. Nampaknya masih akan lama bagi Indonesia untuk bisa meraih posisi tertinggi yaitu AAA.

Sebaliknya, peringkat surat utang Indonesia berdasarkan lembaga rating lain yaitu Moody’s dan Fitch Rating justru malah menilai positif surat utang Indonesia. Akan tetapi, mengapa peringkat investasi Indonesia menurut World Bank turun?

 

Penyebab Turunnya Rating Investasi Indonesia

Peringkat surat utang Indonesia mungkin meningkat, namun peringkat atau rating investasi yang dianggap rendah oleh Bank Dunia harus diperhatikan. Penurunan peringkat investasi Indonesia bisa dipahami jika melihat gejolak ekonomi kita, lemahnya pergerakan ekonomi pasca reformasi yang dinilai terlalu lambat, masih kurang terurusnya berbagai sarana dan prasarana, pendapatan per kapita masyarakat yang dianggap standar, birokrasi yang terlalu bertele-tele, dan masalah pasokan listrik.

Inilah yang membuat Indonesia kalah dalam peringkat Bank Dunia dibanding Malaysia. Lalu, adakah efek dari hal ini terhadap investasi asing di Indonesia?

 

Dampak Rating Investasi dan Surat Utang

Walaupun rating investasi dinyatakan menurun, surat utang Indonesia justru masih banyak diminati oleh lembaga investasi dan investor asing. Hal ini karena surat utang Indonesia masih cukup stabil dalam nilainya. Akan tetapi, untuk kemudahan investasi, hal ini masih menjadi tugas yang cukup berat bagi pemerintah. Walaupun Indonesia baru-baru ini juga meraih predikat 10 besar tempat terfavorit untuk berinvestasi, penilaian Bank Dunia tidak boleh diabaikan.

Saat ini, Indonesia masih berjuang untuk menarik para investor asing agar mau menanam modal di Indonesia. Dari segi potensi, Indonesia juga memiliki kekayaan alam tak terbatas dan banyak yang masih belum tergarap, dan hal ini menjadi salah satu penyelamat bagi iklim investasi asing saat ini.

Rating investasi yang jauh menurun dibandingkan negara tetangga kita memberikan PR yang cukup sulit untuk pemerintah. Selain bisa menurunkan arus investasi asing, hal ini akan membuat Indonesia tidak cukup kuat untuk menghadapi pasar bebas.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan.

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

© 2017