PT Best Profit Futures Cabang Pontianak

Brand Dan Branding

branding

Bestprofit Futures – Brand dan Branding

Dalam dunia marketing, yang namanya Branding adalah mutlak untuk dilakukan. Mengapa? Karena dengan branding sebenarnya kita sedang membuat seseorang menjadi familiar dengan nama kita. Semakin familiar maka semakin tumbuh kepercayaan. Jika Anda baru pertama kali mendengar nama suatu merk produk. Apakah Anda akan langsung percaya dan berani mencoba membeli produk itu? Tapi kalau Anda sering mendengar, melihat merk tertentu, baik di iklan, di stiker, di seragam, di buku dan dimana saja, semakin sering Anda menjumpainya, maka tanpa Anda sadari, sebetulnya Anda menjadi makin familiar dengan brand tersebut. Yang alhasil, secara tidak disadari, Anda mulai menumbuhkan kepercayaan tahap pertama pada suatu brand. Tentunya masih ada tahap berikutnya, yaitu pengetahuan tentang produk tersebut dan image yang dibawa oleh produk tersebut. Apakah imagenya terkesan murahan, atau berkelas, itu Anda sendiri yang seharusnya membangunnya.

Masih banyak yang rancu pada pengertian brand vs branding. Brand adalah merek yang dimiliki oleh perusahaan, sedangkan branding adalah kumpulan kegiatan komunikasi yang dilakukan oleh perusahaan dalam rangka proses membangun dan membesarkan brand. Tanpa dilakukannya kegiatan komunikasi kepada konsumen yang disusun dan direncanakan dengan baik, maka sebuah merek tidak akan dikenal dan tidak mempunyai arti apa-apa bagi konsumen atau target konsumennya.

Dua puluh tahun yang lalu, mungkin perusahaan tidak harus melakukan proses pembinaan terhadap brand-nya. Di mana jumlah brand di pasar masih sedikit, berarti pilihan bagi konsumen juga hanya beberapa saja. Konsumen cenderung “menerima” benefit-benefit yang diajukan brand yang ada. Saat ini, pasar kita sudah penuh sesak dengan bermacam-macam brand, konsumen mempunyai banyak alternatif. Konsumen mulai memilih-milih dan kritis terhadap pilihan benefit yang disodorkan padanya.

Proses Branding : Sejak awareness hingga loyalty

Dalam proses komunikasi brand, ada beberapa hal yang perlu mendapat perhatian. Pertama, sudah pada tahap mana branding tersebut? Apakah brand sudah pada tahap dikenal (aware), tahap pemahaman tentang arti brand tersebut, tahap menyukai, atau tahap mencintai atau loyal.

Branding yang baik adalah memilih tipe aktivitas brand yang disesuaikan dengan situasi pencapaian nilai brand itu sendiri. Brand yang belum dikenal, harus fokus pada awareness building. Brand yang sudah dikenal tetapi kurang pemahaman, berarti perlu kerja keras untuk menjelaskan apa yang bisa diberikan brand kepada konsumen.

Brand yang sudah dikenal dan dipahami, harus dicarikan kegiatan yang akan meningkatkan minat mencoba atau membeli. Kegiatan ini sering disebut dengan istilah Brand Activation. Brand yang sudah dikenal, dipahami, dan dibeli harus dipikirkan untuk membuat konsumen beli lagi, dan lagi, dan lagi. Ini adalah tahapan yang disebut dengan proses pembinaan loyalitas brand. Pada tahap ini, brand sudah bisa dikategorikan sebagai strong brand.  Proses branding haruslah kontekstual, disesuaikan dengan situasi brand dan tahapan pencapaiannya.

Studi Etnografi, seni mengenal konsumen dengan baik.

Branding tidak bisa lepas dari pemahaman tentang target audience dari brand tersebut.Juga mendapatkan umpan balik sejauh apa konsumen atau target audience sudah menjiwai pemahaman brand.

Pemahaman konsumen jangan dilakukan setengah-setengah. Ethnography pemasaran adalah sebuah pendekatan riset kontemporer yang membantu memperoleh consumer insights secara lebih nyata dan mendalam.

Banyak contoh lahirnya ide produk baru dan ide komunikasi iklan yang berhasil, karena kekuatan consumer insights yang insightful. Contohnya yaitu pengembangan produk dan komunikasi iklan iPod dan produk-produk Apple lainnya.

Seorang ethnographer melalui studi etnografi bertugas membantu perusahaan membaca dinamika yang terjadi di dalam kehidupan konsumen yang berhubungan dengan brand. Melihat dari dekat pengalaman mereka berinteraksi dengan produk.Menyelami dan memahami secara mendalam bagaimana peranan produk dalam habitat asli konsumennya.

Memeriksa Kesehatan Brand

Agar tidak terjadi pemborosan uang dalam branding,maka brand manager harus secara berkala mencari tahu tentang kesehatan brand. Brand yang sehat berarti yang memberikan keuntungan bagi perusahaan. Berarti masih banyak konsumen yang mencarinya.

Brand yang sakit, harus segera dicari tahu penyebab penyakitnya dan dicarikan solusi untuknya. Semakin dini diketahui sebab penyakit, maka semakin sederhana penyelesaiannya. Banyak perusahaan yang membiarkan masalah brand secara berlarut-larut. Sehingga pada titik tertentu, sudah sangat mahal biaya untuk mengembalikannya pada kondisi menguntungkan perusahaan. Pengambil keputusan yang membuang brand dari perusahaannya, adalah yang sudah secara sadar melihat bahwa brandini dalam keadaan sekarat, yang justru akan menguras biaya perusahaan dibandingkan memberikan keuntungan.

Sama halnya dengan manusia, kesehatan brand harus dicek serutin mungkin. Dalam evaluasi rutin inilah, akan bisa dideteksi sejak awal, penyakit atau calon penyakit yang menghinggapi. Dengan solusi ringan, brand bisa sehat kembali dan kembali berjalan sesuai dengan cita-cita perusahaan.

Brand Audit adalah sebuah kegiatan penelitian untuk mengevaluasi brand. Penelitian ini bersifat internal, ke dalam perusahaan, dan juga eksternal, ke arah ke luar perusahaan. Secara holistic sebuah brand akan masuk ke dalam pengujian yang lengkap untuk mendapatkan “rapor” kesehatannya.

Dengan melihat ukuran atau parameter yang jelas, rapor brand dalam segala aspek branding bisa dipotret. Berbekal rapor inilah, seorang brand manager mengatur strategi branding-nya.

Tiga unsur terpenting branding adalah 3C’s yaitu Clarity (jelas), Consistency(tetap pada image-nya), dan Constancy (selalu ada di mana dibutuhkan). Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan perusahaan melakukan perubahan pada branding-nya. Pertama, akibat tekanan dari pesaing yang tidak mampu ditahannya. Kedua, tekanan dari perubahan perilaku konsumen, yang mungkin akibat dari berubahnya teknologi. Alasan lainnya yaitu masalah prioritas perusahaan yang telah berubah.

Perubahan branding yang dikenal dengan nama rebranding dan/atau repositioning adalah saran terakhir yang bisa diberikan untuk sebuah brand. Selama masih bisa dipertahankan dan diarahkan kembali ke jalur semula, perusahaan jangan terlalu terburu-buru untuk mengganti cita-cita brand.

Sebuah contoh yang bagus adalah bagaimana kita mengenal AQUA sebagai brand ternama air minum mineral.

Pernahkah membeli air minum mineral ke warung?

Apa yang anda katakan saat ingin membeli air mineral? “Buk, Pak ada jual Aqua? Saya ingin beli satu.“ Kenapa Anda harus menyebut merk “Aqua” sementara ada merk lain? Atau mungkin seorang ayah bertanya kepada anaknya, “Dik, dimana Honda mu?” Padahal mungkin motor dari anaknya itu bukan lah produk buatan Honda, namun kebanyakan orang tua mengatakan motor mereka dengan sebutan Honda.Itulah yang disebut branding.

Jika branding anda membingungkan, tidak konsisten, dan terlihat umum, maka anda akan dengan mudah menghancurkan kredibilitas bisnis anda dan merusak kesuksesan produk anda. Mari membahas 5 kesalahan branding yang dapat melumpuhkan bisnis anda (dengan tips untuk mencegah itu semua) :

Kesalahan 1 : Nama Perusahaan yang Buruk

Sebuah branding yang bagus akan dengan mudah dikenali oleh pelanggan  dan calon pelanggan mereka. Pengenalan dimulai dari nama bisnis/perusahaan. Nama tersebut akan tampil pada kartu nama, kop surat, website, materi promosi, social media, produk, dan dimanapun baik di media cetak maupun online untuk mewakili produk, jasa, dan perusahaan Anda.

Melakukan penamaan perusahaan anda akan terasa sulit dan menghabiskan waktu. Baru-baru ini saya dan salah satu rekan saya berdiskusi mengenai sebuah startup yang akan kami bangun bersama. Untuk memilih sebuah nama yang pas kami membutuhkan waktu berhari-hari sampai akhirnya kami menemukan nama yang pas dan sempurna. Masalah yang terbesar dalam penamaan ini adalah ketika anda sudah menemukan nama yang bagus, namun url domain website dengan nama tersebut rupanya tidak tersedia atau telah dipakai orang lain. Jadi kita harus kembali mencari nama yang tepat.

Nama dari perusahaan anda harus simple, mudah untuk disebutkan – dieja – dan ditulis, dan mudah diingat. Mungkin ke depan saya akan menerbitkan artikel baru tentang bagaimana melakukan penamaan yang tepat untuk perusahaan baru anda.

Kesalahan 2 : Desain yang Seadanya

Tidaklah cukup mempunyai sebuah nama yang bagus dan mudah diingat. Sebuah branding juga berhubungan dengan sebuah desain logo. Karena pasti kita menginginkan logo tersebut mencerminkan produk dan jasa yang dijual oleh perusahaan kita. Sebuah logo yang bagus akan membangun kepercayaan dan sebuah logo yang hebat akan membantu mendorong brand anda.

Coba ingat beberapa brand yang paling sangat dikagumi di dunia (Apple, Google, Amazon). Bagaimana perasaan anda ketika melihat logo mereka? Jujur ketika saya melihat logo Apple, saya bisa merasakan bahwa produk mereka adalah istimewa, mewah, dan elegan. Wajar saja kalau kita memiliki salah satu dari produk Apple, itu bisa meningkatkan rasa gengsi kita .

Sekarang lihat logo perusahaan/bisnis anda. Pernahkah anda bertanya bagaimana perasaan mereka ketika melihat logo Anda? Desain yang hebat tidak hanya berhenti di desain logo saja. Desain ini juga berhubungan dengan desain website anda. Apakah website anda terlihat profesional? Apakah itu sering diupdate?

Kesalahan 3 : Suara yang tidak Konsisten

Sebuah brand adalah kumpulan pengalaman dari pelanggan dan calon pelanggan terhadap perusahaan anda. Brand anda adalah cerita anda. Brand perusahaan anda tercipta dari interaksi sosial yang setiap hari anda lakukan dengan pelanggan dan calon pelanggan anda, gambar-gambar yang anda bagikan, pesan-pesan yang dikirim melalui website anda, video-video yang anda ciptakan, konten-konten dari materi promosi anda, dan postingan di dalam media sosial anda.

“Suara” perusahaan anda adalah sebuah bahasa dan kepribadian anda dan pegawai-pegawai anda yang digunakan untuk mengirim pesan branding anda kepada pelanggan. Brand yang sukses berbicara dengan “suara” yang unik. Coba pikirkan brand yang anda kagumi – apa yang membuat mereka unik? Bagaimana mereka berkomunikasi dengan pelanggan mereka? Apa yang Anda sukai dari “suara” mereka?

Mengapa anda harus peduli dengan konsistensi brand anda? Karena konsistensi brand membawa anda kepada keakraban/kebiasaan, dan keakraban/kebiasaan membawa anda kepada kepercayaan. Para pelanggan membeli produk dari produk yang mereka percayai.

Kesalahan 4 : Tidak Tepat Janji

Berhasil atau hancurnya sebuah bisnis sangat ditentukan dari janji yang mereka buat. Ketika anda mengatakan bahwa anda menawarkan customer support (pelayanan pelanggan) yang baik, maka mereka akan berharap bahwa anda menepati hal tersebut. Setiap waktu. Jika anda terus menepati janji anda, maka secara tidak langsung akan tercipta banyak pelanggan setia yang akan dengan giat membantu pertumbuhan usaha/bisnis anda.

Memang tampak sepele. Namun pelanggan yang senang terhadap pelayanan bisnis anda akan menjadi sumber referral terbaik. Maksudnya referral di sini adalah mereka akan menjadi sumber kepercayaan bagi calon pelanggan anda yang lain. Dengan sendirinya mereka akan menawarkan jasa perusahaan/bisnis anda kepada orang-orang terdekat mereka.

Hal inilah yang saya rasakan ketika saya mengerjakan proyek desain sebuah perusahaan kopi terkemuka (CQ Coffee Roasters) di Bedford, Amerika pada bulan Agustus 2012 lalu. Ketika itu saya berjanji untuk memberikan yang terbaik dan menyelesaikan setiap item proyek tepat pada waktunya. Dan Puji Tuhan saya berhasil melakukannya. Sampai sekarang sang pemilik perusahaan kopi ini selalu menghubungi saya untuk mengerjakan beberapa proyek desain di perusahaannya. Bukan hanya itu, saya juga diangkat menjadi Lead Graphic Designer di perusahaannya dan dipromosikan melalui website mereka

Kesalahan ke 5 : Tidak Punya Visi

Apakah anda punya visi untuk bisnis anda? Bagaimana anda menginginkan seorang pelanggan mengingat bisnis anda?

Bayangkan sebuah brand yang anda cintai. Brand tersebut umumnya diciptakan dengan alasan tertentu dan mereka berhubungan dengan pelanggan mereka secara emosional. Secara emosional maksudnya bukan sekedar berkomukasi, tapi ada nilai yang terkandung di dalam komunikasi tersebut. Bisa nilai kekeluargaan, nilai pertemanan, dan lain sebagainya.

Selamat menjalankan brand dan branding yang baik!

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan.

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

© 2017