PT Best Profit Futures Cabang Pontianak

Bestprofit – Yield Obligasi AS Turun Pagi Ini, Tenor 30 Tahun Sempat Capai Tertinggi 2019

PT Bestprofit – Yield Obligasi AS Turun Pagi Ini, Tenor 30 Tahun Sempat Capai Tertinggi 2019 | PT Bestprofit Futures Pontianak    

Best Profit (19/03) — Imbal hasil obligasi AS turun Jumat (19/03) pagi setelah sempat melonjak pada perdagangan Kamis (18/03) meskipun Federal Reserve sebelumnya menyatakan kenaikan suku bunga tidak akan terjadi.

Yield obligasi AS 10 tahun sempat menyentuh level tertinggi 14 bulan di 1,75% pada Kamis kemarin sedangkan imbal hasil obligasi AS 30 tahun mencapai 2,51%. Imbal hasil 30 tahun menyentuh level tertinggi sejak Agustus 2019. Pada pukul 10.09 WIB pagi ini, kedua nilai imbal hasil obligasi bergerak turun 0,8% lebih.

Market maker yakin kebijakan pengetatan akan datang lebih awal dari yang disiratkan oleh pernyataan Fed. Imbal hasil AS 5 tahun, lebih sensitif terhadap ekspektasi perubahan suku bunga jangka pendek, telah naik menjadi 0,87% dari sekitar 0,35% pada awal tahun perdagangan Kamis.

Menutup pertemuan dua hari, Federal Reserve pada hari Rabu mengubah perkiraan pertumbuhan ekonomi untuk tahun 2021. Bank sentral AS kini memproyeksi PDB tumbuh sebesar 6,5% di tahun ini, 230 basis poin lebih besar dari perkiraan 4,2% pada bulan Desember.

Satu basis poin adalah seperseratus poin persentase.

Baca Juga :

“Pasar telah menguji Fed untuk melihat seberapa tinggi mereka dapat menghadapi bunga obligasi AS jangka panjang. Konferensi pers FOMC kemarin sama dengan Juni 2013, ketika FOMC mengabaikan kenaikan imbal hasil jangka panjang dan meningkatkan ‘taper tantrum’. Inilah yang terjadi sekarang,” Robin Brooks, kepala ekonom di Institute of International Finance, mencuit di Twitter.

Brooks mengatakan pesan Fed adalah menahan bahkan ketika pertumbuhan dan inflasi mengalami peningkatan. “Tapi imbal hasil jangka panjang AS akan terus naik setelah hari ini, yang akan memberikan tekanan lagi pada EM FX (emerging market forex)…,” cuit Brooks.

Para pemangku kepentingan pasar obligasi menafsirkan The Fed yang mengatakan akan membiarkan ekonomi menghangat sampai 10 juta pekerjaan yang hilang karena Covid-19 bisa pulih. Kenyamanan The Fed dengan inflasi yang lebih tinggi kemungkinan hanya membuat kesal para trader karena itu dapat mengikis nilai obligasi mereka. Nilai imbal hasil bergerak berbanding terbalik dengan harga.

Pemulihan ekonomi datang ketika triliunan dolar telah dipompa untuk membatasi kerusakan Covid-19, dan The Fed merasa belum perlu melepaskan diri.

Pukul 10.24 WIB Jumat (19/03), rupiah kembali melemah 0,49% di 14.460,0 per dolar AS menurut data Investing.com.

QR BPFNEWS.COM

Dapatkan informasi terbaru di PT Bestprofit Futures

www.best-profitfutures.com

PT BestProfit Futures

Sumber : Investing

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

© 2021
KBI | PT BESTPROFIT FUTURESBAPPEBTI | PT BESTPROFIT FUTURESJFX | PT BESTPROFIT FUTURESForexIndonesia | PT BESTPROFIT FUTURES