PT Best Profit Futures Cabang Pontianak

Bestprofit – Trump Perketat Sanksi Venezuela, Harga Minyak Malah Jatuh

PT.Bestprofit – Trump Perketat Sanksi Venezuela, Harga Minyak Malah Jatuh | PT Best Profit Futures Pontianak

Bestprofit (07/08) — Venezuela, nama yang hampir dilupakan dalam sanksi Amerika Serikat kembali muncul ke permukaan pasar minyak Selasa ketika pemerintahan Trump meningkatkan tindakan terhadap negara Amerika Selatan itu dalam sebuah langkah yang hanya secara singkat mengangkat naik harga minyak mentah.

Minyak mentah West Texas Intermediate yang diperdagangkan di New York ditutup turun $1,06, atau 1,9%, menjadi $53,63 per barel. Harga naik sebanyak 73 sen sebelumnya.

Minyak mentah Brent yang diperdagangkan di London, patokan untuk minyak di luar AS, tetap di bawah level dukungan kunci $60 per barel. Pada pukul 03:55 WIB, berkurang 68 sen, atau 1,1%, pada $59,13. Harga naik 74 sen sebelumnya.

Presiden AS Donald Trump menandatangani perintah eksekutif Senin malam waktu setempat untuk mendeklarasikan embargo ekonomi penuh terhadap Venezuela, membekukan semua aset pemerintah dan melarang transaksi dengan negara itu, kecuali ada pengecualian secara khusus.

Baca Juga :
PT.Bestprofit – Laba Bersih Samsung Turun Akibat Ribut dengan Jepang | PT Best Profit Futures Pontianak
PT.Bestprofit – Dedengkot Amazon Jual Sahamnya Rp25,5 Triliun | PT Best Profit Futures Pontianak

Trump menulis kepada Kongres bahwa keputusan itu dirancang untuk terus memberikan tekanan kepada Venezuela “mengingat keberlanjutan perebutan kekuasaan oleh rezim tidak sah Nicolás Maduro”.

AS mengumumkan pada Januari silam pengakuannya atas Juan Guaido, kepala majelis nasional Venezuela, sebagai pemimpin sah negara itu. Meskipun lebih dari 50 negara di seluruh dunia mengikuti pemain besar seperti Rusia dan China yang masih mendukung Maduro.

Sanksi internasional telah meningkatkan tekanan terhadap Venezuela di mana krisis ekonomi membuat produksi minyak negara tersebut tahun lalu hampir berkurang setengah.

Tetapi tatkala pemerintahan Trump telah menerapkan tekanan sanksi bahkan hampir untuk kedua negara Venezuela dan Iran, kebuntuan dengan Teheran memiliki dampak yang lebih besar pada pasar mengingat peran Republik Islam ini sebagai produsen minyak yang lebih besar dalam OPEC.

Baca Juga :
PT.Bestprofit – Bisnis Baru Setahun, Realme Sudah Jual Jutaan Unit di Kuartal II 2019 | PT Best Profit Futures Pontianak

Pergolakan yang timbul baru-baru ini menyebabkan pengiriman minyak mentah di Selat Hormuz oleh Korps Pengawal Revolusi Iran juga telah memberikan landasan bagi harga minyak di tengah kekhawatiran tentang penurunan permintaan minyak mentah secara global.Dalam sesi Selasa, WTI dan Brent hanya mendapat penangguhan hukuman singkat karena faktor Venezuela, sebelum meluncur rendah lagi pada situasi perang dagang AS-China.

Sejak pekan ini dimulai, WTI telah kehilangan 3,4% dan Brent 4,4% disebabkan oleh China yang mendevaluasi mata uang sebagai tanggapan atas rencana Trump untuk memberlakukan tarif 10% pada impor Tiongkok mulai 1 September yang sebelumnya tidak tersentuh senilai $300 miliar.

Pemerintahan Xi Jinping juga memerintahkan perusahaan milik negara untuk menangguhkan impor produk pertanian dari AS. Tetapi kemudian mata uang China rebound, membantu pasar ekuitas dari aksi jual tajam sebelumnya.

Baca Juga :
PT.Bestprofit – BI Sambut Baik Pandangan IMF Soal Ekonomi RI | PT Best Profit Futures Pontianak

Meskipun dalam sentimen yang lemah, penurunan minyak terpantau bisa dibatasi oleh ekspektasi bahwa data pada hari Rabu akan menunjukkan penurunan stok minyak mentah AS selama delapan minggu berturut-turut.

Grup industri American Petroleum Institute akan merilis gambaran tentang apa yang akan diumumkan Badan Informasi Energi (EIA) AS pada pukul 03.30 WIB terkait persediaan cadangan minyak untuk pekan yang berakhir 2 Agustus.

Stok minyak mentah telah jatuh selama tujuh minggu beruntun, mengurangi hampir 50 juta barel dari simpanan. Analis sekarang memperkirakan kenaikan 2,8 juta barel untuk minggu lalu.

Di tempat lain Selasa, survei bulanan terbaru Gulf Intelligence menunjukkan dua pertiga responden menyetujui perpanjangan kesepakatan OPEC+ untuk mendukung produksi agar bisa mendorong harga minyak mentah Brent menjadi $70 per barel, hal-hal lain dianggap sama.

QR BPFNEWS.COMDapatkan informasi terbaru di PT Bestprofit Futures

www.best-profitfutures.com

PT BestProfit Futures

Sumber : investing

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

© 2019
KBI | PT BESTPROFIT FUTURESBAPPEBTI | PT BESTPROFIT FUTURESJFX | PT BESTPROFIT FUTURESForexIndonesia | PT BESTPROFIT FUTURES