PT Best Profit Futures Cabang Pontianak

Bestprofit – Suara Dewan The Fed Masih Terbelah Ketidakpastian Berlanjut

PT Bestprofit – Suara Dewan The Fed Masih Terbelah Ketidakpastian Berlanjut | PT Best Profit Futures Pontianak

Best Profit (16/10) — Dengan waktu masih tersisa dua minggu lagi hingga pertemuan kebijakan berikutnya, para anggota bank sentral AS terlihat tidak cukup yakin dengan kesepakatan perdagangan sebagian antara AS-Cina bisa menghilangkan ketidakpastian kebijakan yang telah membebani pertumbuhan ekonomi selama berbulan-bulan.

Menurut berita yang dilansir Reuters Rabu (16/10) pagi dengan tingkat pengangguran berada di posisi terendah selama puluhan tahun dan belanja konsumen yang kuat, para pembuat kebijakan Federal Reserve masih jauh dari kata sepakat dalam pemotongan biaya pinjaman yang akan lebih besar dari sebelumnya.

“Saat ini, saya melihat ekonomi berada di tempat yang baik, dan akomodasi kebijakan juga di posisi yang baik,” tandas Presiden Fed San Francisco Mary Daly kepada wartawan setelah berpidato di sebuah forum Kota Los Angeles.

Usaha mempertahankan ketidakpastian yang menyeluruh, katanya, meskipun “hembusan (dari masalah) tampaknya telah sedikit turun dalam berita kemajuan Brexit, kemajuan negosiasi perdagangan antara AS dan Cina,” Daly menjelaskan.

Baca Juga :
PT Bestprofit – Gandeng Kemenhub dalam Kelola Bandara Sentani, Angkasa Pura I Suntik Dana Rp500 Miliar | PT Best Profit Futures Pontianak
PT Bestprofit – 20% Saham Vale Indonesia Dikuasai Bos Baru, Asing Kokohkan Saham INCO! | PT Best Profit Futures Pontianak

Inflasi yang lemah, termasuk data baru Selasa menunjukkan prospek inflasi tiga tahun konsumen AS jatuh ke level terendah dalam catatan sehingga ini menarik perhatian, lanjutnya.

Tetapi Daly mengatakan ia masih memperkirakan inflasi akan naik kembali ke target The Fed sebesar 2%, dan ia yakin dua penurunan suku bunga bank sentral sepanjang tahun ini, pada Juli dan September, akan membantu mempertahankan ekspansi perekonomian terpanjang dalam sejarah Amerika Serikat.

“Dalam hal apa yang harus dilakukan ke depan, saya ingin melihat data tambahan, karena ekonomi berada di tempat yang sangat baik sekarang,” ujar Daly.

Berbicara di London pada hari sebelumnya, Presiden Bank Sentral Federal Reserve St. Louis James Bullard menggambarkan situasi yang rumit.

Seperti Daly, ia melihat apa yang disebutnya “ketidakpastian rezim perdagangan” sebagai risiko utama bagi ekonomi AS.

Tetapi risiko lain juga tetap tinggi, termasuk inflasi yang lemah dan pertumbuhan global yang melambat.

Baca Juga :
PT Bestprofit – IMF : Kerugian Ekonomi Global Akibat Perang Dagang Cina-AS Diprediksi $700 M | PT Best Profit Futures Pontianak
PT Bestprofit – Perundingan Dagang Cina-AS Tidak Berjalan Mulus, Rupiah Tekan Dolar | PT Best Profit Futures Pontianak

Dan tidak seperti Daly, yang mengatakan bahwa ia melihat kebijakan saat ini “sedikit akomodatif”, Bullard mengatakan dalam pandangannya ekonomi mungkin “terlalu ketat”.

Akibatnya, The Fed “dapat memilih untuk menyediakan akomodasi tambahan di masa depan, tetapi keputusan akan dibuat berdasarkan pertemuan demi pertemuan,” katanya dalam sambutan pada konferensi di London Selasa.

Baik Daly maupun Bullard tidak berbicara atas nama panel kebijakan The Fed secara keseluruhan, panel ini terdiri dari 17 orang yang berbeda dan terkadang pandangan juga malah sangat berbeda satu dengan yang lain.

Tetapi mereka memang mewakili dua kelompok besar di dalam bank sentral AS: mereka yang menyukai Ketua Fed Jerome Powell yakin prospek secara umum cukup positif, dan mereka yang percaya ekonomi AS membutuhkan kebijakan yang bahkan lebih longgar untuk menghindari kejatuhan dalam jurang resesi.

Kelompok ketiga yakin bahwa The Fed telah bertindak terlalu jauh dalam menurunkan suku bunga, dan kekhawatiran kebijakan yang terlalu longgar dapat menyebabkan ketidakstabilan keuangan jika investor mengambil terlalu banyak risiko dan nilai-nilai aset semakin melebar.

Pandangan-pandangan yang bertentangan itu diperlihatkan ketika The Fed pada bulan September memangkas suku bunga kebijakannya sebanyak 25 basis poin.

Keputusan, yang menurunkan target kebijakan Fed ke kisaran antara 1,75% dan 2,0%, menghasilkan tiga perbedaan pendapat dari 10 total suara. Risalah pertemuan menyebutkan setidaknya dua dari tujuh pengambil kebijakan Fed yang tidak memberikan suara juga tidak setuju dengan langkah tersebut.

Investor pada umumnya berharap para pengambil kebijakan Fed akan menurunkan suku bunga ketika mereka bertemu kembali pada 29-30 Oktober mendatang.

QR BPFNEWS.COMDapatkan informasi terbaru di PT Bestprofit Futures

www.best-profitfutures.com

PT BestProfit Futures

Sumber : investing

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

© 2019
KBI | PT BESTPROFIT FUTURESBAPPEBTI | PT BESTPROFIT FUTURESJFX | PT BESTPROFIT FUTURESForexIndonesia | PT BESTPROFIT FUTURES