PT Best Profit Futures Cabang Pontianak

Bestprofit – Perusahaan Milik Boy Thohir Diduga Rugikan Negara Hampir Rp2 Triliun

PT.Bestprofit – Perusahaan Milik Boy Thohir Diduga Rugikan Negara Hampir Rp2 Triliun | PT Best Profit Futures Pontianak

Bestprofit (24/05) — Perusahaan milik pengusaha nasional, Garibaldi Thohir (Boy Thohir), PT Panca Amara Utama diduga telah merugikan keuangan negara sebesar Rp1,7 triliun karena tidak melakukan pembayaran biaya konstruksi kepada perusahaan BUMN PT Rekayasa Industri (Rekind) untuk pembangunan proyek Pabrik Amonia Banggai di Kabupaten Luwu, Sulawesi Tengah.

Corporate Secretary dan Legal PT Rekind, Dundi Insan Perlambang menjelaskan, jika selama ini Direktur Eksekutif PAU Vinod Laroya selalu menggunakan nama Boy Thohir untuk menolak pembayaran kewajiban tersebut.

“Beberapa kali pertemuan mediasi sudah dilaksanakan antara Rekind dengan Vinod Laroya. Akan tetapi, Vinod sepertinya selalu pasang badan dan membawa nama besar Boy Thohir sehingga mengelak dari kewajiban membayar ke Rekind,” katanya di Jakarta, belum lama ini.

Dundi mengingatkan jika tujuan mediasi adalah untuk menyelesaikan persoalan secara baik-baik sehingga tidak perlu mencatut nama orang lain. Ia menegaskan pihak Rekind tidak ingin memperpanjang persoalan dengan pihak PAU ke jalur hukum.

“Kami hanya penasaran dan masih bertanya apakah benar Pak Boy mengetahui seluk-beluk perkara ini seutuhnya? Karena Vinod sendiri terus-menerus menggunakan nama Pak Boy sebagai tameng,” ungkapnya.

Pada awalnya, PAU menjalin kontrak kerja sama dengan sebuah perusahaan Jepang untuk mengerjakan pembangunan proyek Pabrik Amonia Banggai di Kabupaten Luwu, Sulawesi Tengah. Namun di tengah jalan, perusahaan Jepang tersebut tidak sanggup melanjutkan proyek dan proyek dilanjutkan oleh Rekind. Namun, saat pabrik ini telah selesai dibangun dan berproduksi, PAU menolak untuk melakukan pembayaran kepada Rekind dengan dalih karena telah terjadi keterlambatan pekerjaan pembangunan.

Baca Juga :

PT.Bestprofit – Demi Menghukum LGBT, Sultan Rela Kehilangan Gelar Oxford | PT Best Profit Futures Pontianak
PT.Bestprofit – Tencent Pimpin Investasi $250 juta di Situs Perjalanan yang Berbasis di Beijing | PT Best Profit Futures Pontianak
PT.Bestprofit – Gambarkan Smart Digital City, BSD City Gelar Kompetisi Drone | PT Best Profit Futures Pontianak

Adapun keterlambatan tersebut karena sering terjadi demonstrasi akibat komitmen penyelesaian yang tak tuntas antara pihak PAU dengan warga. Lebih lanjut, Dundi menjelaskan jika Vinod Laroya, secara tidak langsung memiliki andil dalam keterlambatan proyek ini.

Menurutnya, Vinod Laroya bersama timnya kerap ikut campur dalam proses pengadaan barang dengan mengarahkan pembelian dari India. Padahal dalam isi perjanjian kontrak kerja antara Rekind dan PAU, kontrak ini bersifat lump sum. Jadi, Rekind tidak harus membeli berbagai barang dari India.

“Sebelumnya Rekind tidak pernah membeli mesin dari India. Biasanya kami membeli barang dari Amerika Serikat, Jerman, atau Jepang. Karena harus membeli barang dari India, standar kerja kami (Rekind) menjadi berubah karena kualitas barang sangat jauh berbeda,” jelas Dundi.

Rekind sendiri sebelumnya pernah mengingatkan ke PAU bahwa durasi waktu pengerjaan proyek ini terlalu singkat. Namun pihak PAU selalu meyakinkan Rekind jika waktu pekerjaan bisa disesuaikan dengan mudah. Kemudian Rekind juga pernah mengajukan surat permintaan perpanjangan waktu pengerjaan proyek sebanyak tiga kali kepada PAU. Akan tetapi, surat tersebut selalu dibalas secara verbal oleh Vinod Laroya, “sudahlah kerja saja. Bantu kita sampai selesai. Kita kan teman. Masalah perpanjangan waktu gampang.”

Baca Juga :

PT.Bestprofit – Bursa Saham Asia Bervariasi, Pembicaraan Dagang Tetap dalam Fokus | PT Best Profit Futures Pontianak

Selain menunda pembayaran, Pihak PAU secara diam-diam telah mencairkan danaperformance bond sebesar US$50 juta melalui Bank Standard Chartered. Jadi, total kerugian yang diderita Rekind, diperkirakan mencapai Rp2 triliun lebih.

“Kami sudah melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian sebagai tindak pidana penggelapan karena penguasaan pabrik tanpa memiliki izin yang sah, kemudian masih menahan sejumlah uang dan pencairan performance bond secara diam-diam,” jelas Dundi.

Dalam situs web Panca Amara Utama, nama Garibaldi (Boy) Thohir tercatat menjadi komisaris utama perusahaan tersebut. Sedangkan 60% saham dari PAU dimiliki oleh perusahaan terbuka, Surya Esa Perkasa (JK:ESSA) di mana tercatat nama Hamid Awaludin, Theodore Permadi (TP) Rachmat, Rahul Puri, dan Ida Bagus Rahmadi menjabat sebagai Dewan Komisaris.

Warta Ekonomi sudah coba menghubungi Boy Thohir baik melalui telepon maupun aplikasi perpesanan untuk meminta tanggapan terkait kasus ini. Namun, Boy Thohir masih belum mau memberi tanggapan hingga berita ini diturunkan.

QR BPFNEWS.COMDapatkan informasi terbaru di PT Bestprofit Futures

www.best-profitfutures.com

PT BestProfit Futures

Sumber : investing

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

© 2019
KBI | PT BESTPROFIT FUTURESBAPPEBTI | PT BESTPROFIT FUTURESJFX | PT BESTPROFIT FUTURESForexIndonesia | PT BESTPROFIT FUTURES