PT Best Profit Futures Cabang Pontianak

Bestprofit – IMF Siapkan Dana $ 1T untuk Penanganan Pandemi, Tapi Isyaratkan Butuh Tambahan

PT Bestprofit – IMF Siapkan Dana $ 1T untuk Penanganan Pandemi, Tapi Isyaratkan Butuh Tambahan | PT Best Profit Futures Pontianak

Best Profit (15/04) — Meski kapasitas pinjaman sebesar $ 1 triliun dalam dana cadangan Dana Moneter Internasional (IMF) dinilai “cukup besar” untuk membantu anggota menangani pandemi covid-19, namun kemungkinan masih dibutuhkan dana tambahan karena beban krisis yang sangat besar juga berdampak besar pada negara-negara berkembang, ungkap Gita Gopinath kepala ekonom IMF kepada Reuters dalam wawancara hari Selasa (14/04).

“Sebanyak 100 dari 189 anggota IMF, yang separuhnya adalah negara berpenghasilan rendah, telah menghubungi lembaga pemberi pinjaman krisis global tentang pendanaan darurat guna menahan penyebaran covid-19 dan mengurangi dampak ekonominya.

IMF pada hari Selasa meramalkan ekonomi global akan menyusut 3,0% selama tahun 2020, menandai penurunan paling tajam sejak Depresi Hebat tahun 1930-an.

Sementara kenaikan parsial diprediksi tumbuh 5,8% pada tahun 2021, tetapi perkiraan itu ditandai “ketidakpastian ekstrim” dan hasilnya bisa jauh lebih buruk, tergantung pada tren pandemi.

Lebih lanjut Gopinath mengatakan pandemi akan mencapai titik paling parah di negara-negara termiskin, banyak di antaranya memiliki tingkat utang yang tinggi, sistem perawatan kesehatan yang buruk dan juga dibarengi kejatuhan harga komoditas.

Baca Juga :

Dalam kesempatan itu, Gita mengapresiasi perjanjian kreditor internasional untuk menunda pembayaran utang negara-negara termiskin sampai akhir tahun sebagai “langkah yang sangat, sangat baik,” tetapi menambahkan langkah-langkah pengurangan utang mungkin harus diperpanjang hingga 2021 karena dampak pandemi terburuk belum terjadi. namun sudah dirasakan di banyak negara termiskin.

Menteri Keuangan Prancis, Bruno Le Maire, pada hari Selasa mengatakan sekitar 76 negara, termasuk 40 di Afrika sub-Sahara, akan memenuhi syarat untuk mendapatkan penangguhan pembayaran utang senilai $ 20 miliar oleh kreditor resmi dan swasta, namun sisa $ 12 miliar pembayaran kepada lembaga multilateral masih dalam pembahasan.

Sementara Menteri keuangan dan gubernur bank sentral yang tergabung dalam G-7 bertemu melalui konferensi video pada hari Selasa dan menyampaikan dukungan untuk memberikan keringanan utang sementara kepada negara-negara termiskin.

Langkah ini akan diselesaikan oleh para menteri keuangan G20 dan gubernur bank sentral ketika mereka bertemu pada hari Rabu.

Gopinath menggarisbawahi ketidakpastian seputar perkiraan IMF dalam wawancara.”Kami memandang kapasitas dana cadangan $ 1 triliun IMF sebagai hal yang cukup besar untuk menghadapi krisis ini.

Namun keadaan dapat menjadi lebih buruk dan harus melihat perkembangannya,” katanya, seraya menambahkan IMF telah mengucurkan dana bantuan awal ke 25 negara untuk menutupi pembayaran utang mereka ke IMF hingga akhir tahun.

Selain itu, IMF telah menggandakan dana darurat dengan suku bunga nol atau rendah sebesar $ 100 miliar, dan mengatakan dana itu siap disalurkan ke jalur likuiditas jangka pendek untuk membantu negara-negara yang membutuhkan.

Dia mengatakan pemberi pinjaman global juga mempertimbangkan alokasi Hak Penarikan Khusus yang dapat menghasilkan sumber daya tambahan, sesuatu yang menurut para ahli dapat menghasilkan dana $ 500 miliar.

Alokasi SDR seperti itu digunakan selama krisis keuangan global pada tahun 2009 untuk menghasilkan $ 250 miliar bagi negara-negara anggota IMF.

QR BPFNEWS.COM

Dapatkan informasi terbaru di PT Bestprofit Futures

www.best-profitfutures.com

PT BestProfit Futures

Sumber : Investing

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

© 2020
KBI | PT BESTPROFIT FUTURESBAPPEBTI | PT BESTPROFIT FUTURESJFX | PT BESTPROFIT FUTURESForexIndonesia | PT BESTPROFIT FUTURES