Bestprofit –  Harga Minyak Naik Terus, Permintaan Kembali Meningkat Jelang Rapat OPEC+

news

PT Bestprofit –  Harga Minyak Naik Terus, Permintaan Kembali Meningkat Jelang Rapat OPEC+ | PT Bestprofit Futures Pontianak    

Best Profit (31/05) — Harga minyak naik pada Senin (31/05) pagi di Asia didukung oleh prospek permintaan bahan bakar yang makin cerah.Investor juga sekarang mengalihkan fokusnya pada pertemuan Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak dan mitranya (OPEC+) pada hari Selasa untuk mencari petunjuk tentang kebijakan pasokan.

Harga minyak Brent naik 0,57% ke $69,11 per barel pukul 11.42 WIB dan harga minyak WTI terus naik 0,62% di $66,73 per barel menurut data Investing.com.

Minyak bersiap meraih kenaikan bulanan kedua karena AS, China dan sebagian negara Eropa melanjutkan pemulihan ekonominya dari COVID-19 dan meningkatkan permintaan bahan bakar.

Investor berharap pertumbuhan permintaan akan melampaui sisi penawaran bahkan jika Iran dapat meningkatkan pasokan minyak mentahnya.

Iran tengah melakukan perundingan dengan negara dunia lainnya untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir 2015 dan mencabut sanksi AS yang saat ini berlaku terhadap Iran.

“Kami melihat permintaan melebihi pasokan dalam permintaan 650.000 barel per hari (bph) dan 950.000 bph masing-masing di Q3 dan Q4,” analis ANZ mengatakan kepada Reuters, menambahkan bahwa ini termasuk peningkatan 500.000 bph dalam produksi Iran.

Baca Juga :

Sementara itu, para menteri OPEC+ akan menggelar rapat pada hari Selasa. Investor yakin bahwa OPEC+ akan terus secara bertahap mengurangi penurunan pasokan yang berlaku saat ini hingga Juli. Mereka juga akan memantau pertemuan untuk mendapatkan petunjuk tentang kebijakan pasokan kelompok itu di tahap berikutnya.

“Tindakan terbaik untuk aliansi besok mungkin adalah tetap pada kecepatan yang sama, mempertahankan laju penurunan saat ini .

Gelombang terbaru yang didorong oleh varian virus dan lambatnya vaksinasi menunjukkan itu akan menjadi jalan keluar yang sangat bertahap dari pandemi melewati kuartal kedua.” Vandana Hari, pendiri konsultan minyak Vanda Insights, mengatakan kepada Bloomberg.

Namun, data yang dirilis sebelumnya di Asia menunjukkan Indeks Manajer Pembelian Manufaktur China untuk Mei turun menjadi 51,0, sedikit di bawah perkiraan 51,1 oleh Investing.com dan pembacaan April.

PMI non-manufaktur mencapai 55 di bulan Mei.Data beragam ini menimbulkan kekhawatiran bahwa pemulihan manufaktur di salah satu negara importir minyak mentah terbesar dunia tersebut kemungkinan akan melambat.

QR BPFNEWS.COM

Dapatkan informasi terbaru di PT Bestprofit Futures

www.best-profitfutures.com

PT BestProfit Futures

Sumber : Investing

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.