Bestprofit – Harga Minyak Naik, Investor Tinjau Prospek Iran & Permintaan Global

news

PT Bestprofit –  Harga Minyak Naik, Investor Tinjau Prospek Iran & Permintaan Global | PT Bestprofit Futures Pontianak    

Best Profit (25/05) — Harga minyak naik pada Selasa (25/05) pagi di Asia, melanjutkan lonjakan dari sesi terakhir. Investor terus meninjau peluang Iran untuk kembali ke pasar minyak mentah internasional, serta pemulihan ekonomi AS dari COVID-19 tepat menjelang musim berkendara saat musim panas di negeri paman sam itu.

Harga minyak Brent naik 0,28% ke $68,56 per barel pukul 10.50 WIB dan harga minyak WTI naik 0,20% di $66,18 per barel menurut data Investing.com.

Eksportir minyak Iran akan melanjutkan negosiasi tidak langsung dengan AS di Wina selama seminggu. Iran juga memperpanjang batas waktu bagi Badan Energi Atom Internasional PBB untuk memeriksa program atomnya di bawah perjanjian pemantauan kedua.

Namun, beberapa investor skeptis mengenai prospek kembalinya Iran ke pasar minyak.

“Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken menuangkan air dingin atas prospek tersebut, menyatakan bahwa tidak ada indikasi bahwa Iran bersedia untuk mematuhi komitmen nuklir,” kata analis pasar OANDA Sophie Griffiths dalam catatan.

Seputar pasokan, pasar kemungkinan akan dapat menyerap minyak ekstra jika Iran kembali ke pasar minyak mentah global karena peluncuran global vaksin COVID-19 terus meningkatkan permintaan bahan bakar, menurut Goldman Sachs Group Inc. (NYSE:GS).

Baca Juga :

Cairan hitam ini akan mencatat kenaikan sebulan lagi, yang keempat, karena prospek permintaan bahan bakar di negara-negara seperti AS, Eropa, dan China semakin cerah. Negara-negara ini telah terus mengalami penurunan jumlah kasus COVD-19 dan kematian sehingga dapat melonggarkan pembatasan.

Namun, prospek permintaan bahan bakar tetap suram di negara lainnya. Departemen Luar Negeri AS menaikkan peringatan perjalanannya untuk Jepang ke level empat pada hari Senin, sementara Melbourne di Australia memperketat batasan pertemuan karena harus menghadapi ancaman wabah terbaru, meskipun kecil.

Kasus baru COVID-19 di India, negara importir minyak terbesar ketiga dunia, naik 222.315 pada hari Senin menurut data pemerintah. Meskipun angka tersebut merupakan peningkatan 24 jam terbesar secara global, jumlah kasus di negara tersebut perlahan-lahan menurun dari rekor tertinggi lebih dari 400.000 pada awal bulan.

Investor sekarang menunggu data pasokan minyak mentah AS dari American Petroleum Institute (API), akan dirilis pada sesi hari ini.

QR BPFNEWS.COM

Dapatkan informasi terbaru di PT Bestprofit Futures

www.best-profitfutures.com

PT BestProfit Futures

Sumber : Investing

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.