Bestprofit – Ekspor Sarang Burung Walet RI ke Tiongkok Capai Rp5,19 Triliun

news

PT Bestprofit – Ekspor Sarang Burung Walet RI ke Tiongkok Capai Rp5,19 Triliun | PT Bestprofit Futures Pontianak    

Best Profit (05/03) — Peluang nilai ekspor sarang burung walet Indonesia ke China berpotensi bertambah. Duta Besar Indonesia Beijing, Djauhari Oratmangun, mengatakan bahwa Indonesia merupakan sumber sarang burung walet terbesar di dunia, sementara Tiongkok merupakan konsumen terbesar sarang burung walet secara global.

“Pemerintah Indonesia yakin produk sarang burung walet Indonesia akan terus merupakan salah satu produk ekspor unggulan Indonesia di Tiongkok,” kata Djauhari dalam rapat kerja Kementerian Perdagangan pada Kamis (4/3/2021).

Djauhari mengungkapkan, nilai ekspor sarang burung walet ke Tiongkok sepanjang 2020 mencapai US$413,6 juta atau setara Rp5,91 triliun. Angka ini naik 88,05% dari periode tahun sebelumnya yang sebesar US$219 juta atau Rp3,1 triliun.

“Nilai ekspor sarang burung walet Indonesia berada di posisi pertama. Kita kuasai pasar mereka 75,6%,” ujarnya.

Baca Juga :

Djauhari merinci, saat ini ada 23 perusahaan Indonesia yang sudah terdaftar di China sebagai pemasok sarang burung walet. Di luar jumlah tersebut, saat ini Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk RRT juga tengah membantu 13 perusahaan lainnya untuk bisa terdaftar di RRT sebagai pemasok sarang burung walet.

“Apabila jumlah perusahaan Indonesia bertambah dari yang saat ini berjumlah 23 perusahaan menjadi lebih banyak, tentunya akan meningkatkan nilai ekspor sarang burung walet,” tambahnya.

Djauhari mengatakan, sedianya 13 perusahaan ini telah melengkapi dokumen yang diminta oleh pihak RRT. Semua dokumen tersebut telah diaudit oleh pihak berwenang di RRT sejak Desember 2019.

Sayangnya karena pandemi Covid-19, hasil audit baru keluar satu tahun kemudian, yaitu Desember 2020. Dari hasil audit, Djauhari mengatakan ada beberapa dokumen yang harus diperbaiki. Pihaknya pun optimistis bisa menyelesaikannya dalam beberapa waktu ke depan.

Selain itu, dari 23 perusahaan yang telah terdaftar, sebanyak 12 perusahaan lainnya sedang mengurus perizinan untuk penambahan kapasitas impor. Di luar jumlah tersebut, masih ada 5 perusahaan lagi yang sedang antre agar bisa terdaftar di RRT sebagai pengimpor SBW.

Ia pun optimistis, makin bertambahnya jumlah eksportir maka akan turut mendongkrak nilai ekspor SBW Indonesia ke Tiongkok. Apalagi di masa pandemi, permintaan sarang burung walet naik signifikan.

QR BPFNEWS.COM

Dapatkan informasi terbaru di PT Bestprofit Futures

www.best-profitfutures.com

PT BestProfit Futures

Sumber : Investing

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.