PT Best Profit Futures Cabang Pontianak

Bestprofit – Bursa Asia Menguat, Nikkei Turun Jelang Penentuan Status Darurat Jepang

PT Bestprofit – Bursa Asia Menguat, Nikkei Turun Jelang Penentuan Status Darurat Jepang | PT Bestprofit Futures Pontianak

Best Profit (04/01) —Harga saham-saham di Asia Pasifik mayoritas beranjak naik pada Senin (04/01) pagi di tengah kemungkinan pemberlakuan status keadaan darurat di Jepang membatasi kenaikan saham-saham dari rekor reli tahun 2020.

Indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,43% di 27.327,50 pukul 11.17 WIB setelah Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga mengatakan ia akan mempertimbangkan untuk mengumumkan status keadaan darurat baru untuk membendung rekor jumlah kasus COVID-19 di negaranya selama beberapa hari terakhir.

Pemerintah akan segera menyelesaikan sejauh mana deklarasi darurat tersebut, kata Suga pada konferensi pers hari sebelumnya. Ia juga mengatakan akan meminta parlemen untuk mengamandemen undang-undang tentang manajemen virus saat bersidang akhir bulan ini.

Sedangkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) makin menguat 0,92% di 6.033,80 hingga pukul 11.27 WIB. KOSPI Korea Selatan melonjak 2,26% di 2.938,51.

Korea Selatan juga telah mencatatkan jumlah kasus harian lebih dari 1.000 dalam empat hari, dan sebagai tanggapannya akan memperluas larangan pertemuan pribadi yang lebih besar dari empat orang ke seluruh negara serta memperluas aturan jarak sosial yang belum pernah ada sebelumnya di Seoul.

Baca Juga :

Di Australia, ASX 200 naik 1,36% ke 6,676.90 dan Indeks Hang Seng menguat 0,85% di 27.462,00. Shanghai Composite China naik 0,79% dan Shenzhen Component naik 1,88%. Caixin Manufacturing Purchasing Managers Index (PMI) dirilis 53 untuk Desember, lebih rendah dari perkiraan 54,8 yang disiapkan oleh Investing.com dan 54,9 di November.

Sementara itu, perusahaan minyak China bisa menjadi antrian delisting berikutnya di bursa saham AS. Bursa Efek New York mengatakan selama minggu sebelumnya bahwa China Mobile Ltd (HK:0941), China Telecom Corp Ltd (NYSE:CHA) dan China Unicom Hong Kong Ltd (NYSE:CHU) semuanya akan ditangguhkan dari perdagangan antara 7 Januari dan 11 Januari, dengan proses penghapusan pencatatan saham sudah dimulai.

Meskipun saham global memulai tahun 2021 dengan valuasi yang kaya, di tengah harapan bahwa distribusi vaksin COVID-19 yang meluas, dukungan bank sentral dan dukungan pemerintah akan mengarah pada pemulihan ekonomi, jumlah kasus COVID-19 yang terus meningkat secara global dan fakta bahwa banyak dari optimisme telah diperhitungkan, melihat beberapa investor melukiskan gambaran optimis yang hati-hati.

“Kasus COVID-19 dan distribusi vaksin akan tetap menjadi fokus utama investor untuk saat ini. Tanpa distribusi vaksin yang luas, jalur COVID-19 dan ekonomi akan saling mengunci, mengingat dampaknya pada mobilitas sosial dan pembatasan ekonomi.

Baca Juga :

Hubungan ini akan terputus karena tingkat kekebalan meningkat hingga pertengahan tahun, tetapi sampai saat itu jalur ekonomi akan bergelombang selama kuartal pertama,” kata ahli strategi pasar global JPMorgan Asset Management Kerry Craig kepada Bloomberg.

Jumlah kasus COVID-19 secara global telah melebihi 85 juta pada 4 Januari, dengan lebih dari 20,6 juta kasus di AS saja, menurut data Universitas Johns Hopkins.

Yang juga ada dalam benak investor adalah pemilihan umum putaran kedua 5 Januari di negara bagian Georgia untuk mendapatkan dua kursi Senat yang akan menentukan partai mana yang akan mengontrol Senat.

Jika kandidat petahana Republik memenangkan salah satu atau kedua kursi, mereka akan mempertahankan kursi mayoritas tipisnya dan menghambat agenda Presiden terpilih Joe Biden.Namun, kemenangan Demokrat, yang sudah tidak terjadi di negara bagian selama 20 tahun, dapat melihat lebih banyak langkah stimulus.

“Jika Demokrat memenangkan kedua pemilihan, Wakil Presiden terpilih Kamala Harris akan menjadi pemungutan suara yang luar biasa, memberikan partai kendali terpadu dari Gedung Putih dan Kongres,” kata analis CBA dalam catatan.

“Ini akan meningkatkan kemungkinan paket pembelanjaan infrastruktur AS yang utamanya dilacak dengan cepat melalui Kongres AS,” tambah catatan itu.

Federal Reserve juga akan merilis risalah dari pertemuan Desember pada hari Rabu. Risalah tersebut diharapkan menawarkan lebih banyak detail tentang diskusi terkait membuat panduan kebijakan ke depan lebih eksplisit dan peluang peningkatan lebih lanjut dalam pembelian aset di 2021.

QR BPFNEWS.COM

Dapatkan informasi terbaru di PT Bestprofit Futures

www.best-profitfutures.com

PT BestProfit Futures

Sumber : Investing

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

© 2021
KBI | PT BESTPROFIT FUTURESBAPPEBTI | PT BESTPROFIT FUTURESJFX | PT BESTPROFIT FUTURESForexIndonesia | PT BESTPROFIT FUTURES